Jumat, 13 Februari 2015

ketika dia menyapa

bingung aku di mulai lagi.. dia datang lagi untuk menyapaku.. apa yang harus aku lakukan di tengah perasaan yang bimbang ini? masih mengharapkannya? iya.. tapi aku juga menyimpan harapan ke seseorang selain dia.. ap ayang seperti itu?
padahal aku seharusnya tak usah bingung-bingung.. dia yang datang kembali menceritakan semua yang dia alami selama dulu masih bersamaku sampai semua yang dia lakukan setelah berpisah denganku.. semua diceritakannya apa yang dia sudah lakukan.. mungkin bisa dibilang 80% yang dia lakukan semuanya dia ceritakan.. baik itu kebaikannya ataupun keburukannya.. meskipun mungkin itu bisa mempengaruhi keputusan aku untuk bisa menerimanya lagi.. ya, aku akui tentang kejujurannya yang mau mengakui semua yang dia lakukan meskipun dia tau aku pasti tak menyukainya.. semua membuat aku bingung.. di satu sisi aku benci mendengarnya, aku muak mengetahui semuanya.. tapi di sisi lain, jauh di dasar hatiku, aku masih menyimpan harap dan menyayanginya.. harus apa yang aku lakukan.. aku belum siap untuk menerima semuanya. tapi aku juga gak mau kalau harus mengulang kehilangan dia untuk yang kedua kalinya.. ya, dia sudah katakan berulang-ulang kali.. tapi bibir ini selalu sulit untuk berkata "iya aku mau".. banyak sekali yang aku pertimbangkan.. banyak ketakutan yang aku rasakan.. aneh? ya bisa dibilang seperti itu.. setelah yang dia lakukan saat dulu gak bareng-bareng lagi.. bukan aku sudah tak menyayanginya, tak mencintainya dan sudah tak mau bersamanya.. hanya saja rasa takutku ini selalu mnyelimuti hatiku untuk berkata "ya".. apa aku harus menerimanya lagi degan segala kejujurannya tentang apa yang sudah dia lakukan atau aku harus menunda dulu sampai aku benar-benar yakin dengan hatiku? tapi apa dia mau menunggu? mungkin  jika dia menungguku, di tengah perjalanan bisa saja kemungkinan dia menemukan sosok yang lebih dari yang dia harapkan dari aku.. harus seperti apa yang aku lakukan sekarang?

bukan untukku

harus apa yang aku lakukan?
harus bagaimana aku bersikap?
harus seperti apa aku sekarang?
semuanya sangat membingungkanku.. aku mempunyai perasaan yang aku sendiri bingung.. bukan kakak kalau rasa seperti ini.. tapi bukan juga untuk sebagai pendamping hidup hati ini katakan.. lalu apa ini? bukan inginku menyakiti hatinya.. tapi aku sendiri gak tau harus apa yang aku lakukan.. jujur aku bingung dengan perasaan yang saat ini ada bersemayam dalam hatiku.. egoisku menginginkanmu dan menginginkannya.. ya aku juga tau itu gak mungkin dan memang aku gak mau kalau harus 22nya.. karena aku tak sejahat itu.. tapi sekali lagi, harus apa aku? aku tak ingin kehilangannya.. bukan dia sebagai pasanganku.. tapi dia sebagai malaikat pelindungku.. tapi sekarang dia menjauh.. dia marah.. mungkin sudah tak ingin bertemu denganku lagi.. dia sudah terlalu kecewa dengn semua sikapku.. sikap yang mungkin seperti memberikan harapan yang ternyata aku nyaman dengan dia sebagai kakaku.. lebih dari seorang kakak tapi bukan untuk sebagai pasangan hidupku.. sudah bosan dan kehabisan kata kalu aku cerita tentangnya.. terlalu baik untuk ku sakiti.. tapi tidak ada niat sedikitpun untuk itu..