Tampilkan postingan dengan label ~FUCKTA~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ~FUCKTA~. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2016

si gadis 22 tahun



aku si gadis berusia 22 tahun.. seorang perempuan yang mempunyai problema dalam hidupnya.. semua pasti mempunyai hal seperti itu.. namanya juga hidup.. jika tak ada masalah, bukan hidup namanya.. jika yang hidup, orang sakit (tidak berakal sehat) namanya..

aku si gadis berusia 22 tahun.. yang hidup dengan banyak tekanan (menurut si gadis yang dirasakannya).. mulai dari cinta (hahahaha), keluarga (pasti), kerja (tuntutan), dan bersosialisasi (manusia)..

untuk sosialisasi, aku cukup cuek dan tidak terlalu menghiraukan perkataan orang.. selama aku tidak merugikan mereka, kenapa aku harus menanggapi mereka dengan pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai.. selama mereka tidak mengganggu hidupku, kenapa aku harus mencampuri urusan mereka.. dengan urusanku sendiri saja aku masih runyam..

kerja.. baru seumur jagung aku bekerja.. maklum lah kalau ternyata banyak yang tidak aku mengerti dan timbul banyak tanda tanya dalam benak ini..

keluarga.. meskipun dalam satu garis keturunan yang sama, tetap saja namanya manusia tidak ada yang sama isi hati dan kepalanya.. ada saja hal-hal yang tidak sejalan diantara kita..

cinta.. aku ingin tertawa membahasnya.. karena cinta yang membuat aku merasa bahagia sekaligus menjadi orang terbodoh di dunia.. kenapa tidak? hal-hal yang mungkin dianggap lebay (menurut para remaja) akan dilakukan demi cinta tanpa mereka melihat dari segala arah..

semua masalah yang aku hadapi itu saling berhubungan..

si gadis 22 tahun ini ingin sedikit bercerita.. mau dianggap khayalan atau pun kenyataan, itu terserah pembaca..

aku si gadis berusia 22 tahun.. sedang mengalami yang namanya jatuh cinta seperti gadis yang lainnya..

kenapa aku bilang jatuh cinta? karena ini baru rasa, belum nyata.. jatuh cinta itu ada kata yang berawalan "jatuh".. jatuh itu rasanya sakit.. meskipun itu jatuh cinta.. karena cinta hanya bahagia di awal saja.. kedepannya tak ada yang tau.. jika bahagia untuk seterusnya, namanya cinta kasih, jika hanya berasa indah di muka, barulah rasa, dak jika terakhir kau merasakan luka, kau namai jatuh cinta..

aku jatuh cinta pada sosok lelaki berusia 25 tahun..

dia baik? YA

dia perhatian? YA

dia lembut? YA

dia pengertian? YA

dia dewasa ? YA

aku menyayanginya? TENTU

tapi mungkin tak sejalan dengan yang diharapkan keluargaku.. aku tak menyalahkan mereka.. aku cukup mengerti dengan alasan yang mereka berikan.. tapi apa aku harus membunuh perasaanku dan perasaanya? yang sudah jelas-jelas dia mengatakannya bahwa dia menyayangiku dan berharap bisa mendampingi hidupku..

jika aku mau, aku bisa berontak.. banyak yang aku bisa lemparkan ke mereka.. tapi bukan seperti itu caranya.. bukan juga saat ini waktunya.. aku sedang mencari cara yang tepat bagaimana menyampaikannya dan aku sedang menentukan waktu yang pas untuk mengatakannya..

aku mempunyai adik yang bisa dibilang kesehatannya tidak seperti yang lainnya.. dia dewasa, tapi cara berfikirnya masih seperti anak-anak.. dia tau, tapi dia tak pernah paham.. aku selalu bertanya dalam diri.. apakah suatu saat nanti akan dipertemukan jodohnya? dengan yang bisa menerima segala kekurangan dan kondisinya? yang sabar menghadapi ego dan emosinya? yang tekun mengajarkan dia jika salah? yang telaten mengurus dia seperti bayi? yang selalu harus menyiapkan segala keperluannya?

jika aku mau, aku katakan itu.. jangan persulit aku dalam hubunganku.. cukup aku merasakan bahagiaku dengan caraku.. nanti kedepannya, semua akan menyusul.. yang aku takutkan, jika aku dipersulit dalam hubunganku, bagaimana nanti dengan adikku? bukan aku mendoakan yang tidak baik untuk adikku, tapi kehidupan ini adalah cermin.. semua sama seperti kita..

perlakuan yang kita terima adalah perlakuan yang pernah kita lakukan terhadap orang lain..

sikap orang lain terhadap kita adalah sikap yang kita perlihatkan terhadap orang lain..

pertolongan yang mereka berikan adalah apa yang pernah kita lakukan untuk orang lain..

jika kita memandang buruk atau rendah orang lain tanpa alasan, jangan harap perlakuan baik dari orang lain..

begitupun dengan yang aku rasakan.. jika semua tidak sesuai harapan karena alasan yang tidak masuk akal, apa kabar dengan adikku nanti?

sampai kapanpun, aku akan tetap patuh.. sampai kapanpun juga, aku akan meminta hak bahagiaku, hak hidupku dan hak cinta kasihku untuk masa depanku..

aku si gadis berusia 22 tahun yang bukan sebagai remaja yang bersenang-senang ketika rasa cinta menghampiri.. bukan untuk main-main lagi untuk di usiaku ini.. berfikir untuk masa depan itu sudah pasti.. hidup butuh materi dan tidak bisa makan dengan cinta itu juga tidak salah.. tapi harus diingat, bukan "membeli dengan cinta" tapi karena "rasa cinta kasih" itu lah mereka, orang-orang akan bertanggung jawab untuk hidup keluarganya.. akan berjuang dan bekerja keras untuk keluarga yang dikasihinya..

dengan alasan itu lah maka kita bisa "hidup dengan cinta".. karena cinta kasih bisa meberikan segalanya.. kasih sayang, bahagia, materi dan lain sebagainya..

ini lah aku si gadis berusia 22 tahun yang tetap menunggu...

Rabu, 30 Desember 2015

karena semua tak pernah ada yang tau

jodoh memang sudah ada yang mengatur dan sudah digariskan pula pada takdir setiap manusia.. tapi apa jodoh itu bisa berubah? mungkin bukan berubah, tapi memang kita tidak pernah ada yang tau jodoh kita siapa.. jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa jodoh bisa berubah..

lain dengan rezeki yang bisa berubah asalkan manusia itu mau berusaha untuk dirinya sendiri.. tapi apakah itu juga memang sebenarnya sudah digariskan? jadi apakah takdir pada setiap manusia itu bisa berubah dengan usahanya ataukah memang takdir sudah menggariskannya seperti itu?

bukan ingin menolak pada takdir, bukan tidak setuju pada takdir, bukan ingin menyalahkan takdir.. tapi keinginan yang kita miliki kadang tak sejalan dengan apa yang sebenarnya terjadi dan tidak sesuai dengan takdir yang telah digariskan..

inginnya itu selalu terwujudnya semua yang kita inginkan dan kita harapkan.. mungkin bukan tidak sesuai dengan yang diinginkan, tapi mungkin kita yang kurang ikhlas menerima semua kenyataan yang sebenarnya terjadi.. kalau kita bisa ikhlas menerima semua yang terjadi mungkin semua tak akan terasa berbeda dengan apa yang kita inginkan dan kita harapkan..

aku selalu berdoa dan berusaha agar apa yang aku harapkan bisa terwujud.. tapi jika semua yang kuharapkan tak terwujud, bukan karena aku tidak berusaha.. tapi mungkin takdir yang telah digariskan bukan seperti itu.. mungkin itu bukan yang terbaik untukku.. karena semua yang kita dapatkan adalah sesuai dengan apa yang kita lakukan dan berikan.. sudah menjadi yang terbaik yang kita dapatkan..

kita tidak akan mendapatkan apa yang bukan seharusnya untuk kita.. kita juga tidak akan mendapatkan apa yang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita perjuangkan.. semua sudah ada porsinya masing-masing, semua sudah ada jalannya masing-masing, dan semua sudah ada takdir yang digariskan untuk kita semua..

Selasa, 08 Desember 2015

cantiknya permainanmu

seperti apa yang pernah dikatakan sebelumnya.. tentang sahabat dan persahabatan..

terlalu banyak alasan yang kau lontarkan untuk menyembunyikan sesuatu.. mungkin aku memang tidak tau, tapi aku bisa sedikit mengerti tentang semua alasan yang kau lontarkan arahnya kemana.. jangan terlalu memberikan banyak alasan, karena alasan yang satu bisa untuk menutupi alasan kedua, tapi untuk selanjutnya akan semakin banyak alsan yang harus kau siapkan..

kau mungkin menyimpan segudang persediaan alasan, namun kenyataan yang terjadi lebih dari itu.. alasan yang kau siapkan pasti akan menjadi sedikit dan hanya sepersekiannya saja dibanding dengan alasan yang harus kau tutupi dengan alasan..

kau mungkin bisa berkata ya atau tidak, tapi hatimu tidak bisa berbohong jika ternyata bukan ya dan tidak, tapi tidak dan ya untuk pertanyaan yang aku lontarkan..

janganlah kau memberikan hujan dengan alasan untuk meberikan kesejahteraan pada para petani dan peternak namun ternyata tujuan hujan yamg kau turunkan tidak lebih hanya satu alasan, untuk memberikan bencana dan membuat banjir di mana-mana..

jangan memberikan alasan hanya sekedar untuk membuat senang, tapi berilah alasan yang benar-benar ingin membuat mereka senang..

bukan bahagia yang kurasa, dengan alasan yang kau berikan malah membuat luka.. aku memang tidak tau, aku tidak bisa membaca isi fikiranmu dan tidak bisa merasakan apa yang ada dalam hatimu.. tapi setidaknya aku tau dan bisa mebaca kemana arah tujuanmu..

bukan hanya kali ini kau memberikan alasan yang sedikit membuat tanya dalam benakku.. mungkin jika hanya satu kali, aku tak kan berfikir dua kali untuk memnyimpulkan apa maksud dan tujuanmu.. tapi karena ini lebih dari satu dan dua kali, tidak salah juga kan jika semua membuatku menjadi berfikir kembali.. mengulang kembali tentang alasan-alasan yang pernah kau berikan..

aku memang tak sehebat kamu, aku tak sehebat dia, dan aku mungkin tak sehebat mereka.. tapi aku tau tentang apa yang terjadi melalui sikap yang kamu perlihatkan.. mungkin kau menutupi semuanya, terlihat baik-baik saja dan tidak ada apa-apa.. tapi apa yang kau perlihatkan bukan menunjukkan tentang semua itu..

jangan katakan tidak jika ternyata hatimu mengatakan iya.. jangan katakan iya jika ternyata hatimu berkata tidak.. karena bukan hanya aku dan kamu yang merasakan perihnya luka, tapi juga dia yang dan mereka yang tidak tau apa-apa..

kau bermain sangat cantik sehingga kau bisa menutupi semuanya.. terlalu indah permainanmu.. tapi sayang, itu tidak berlaku untukku.. aku bisa melihat semua perbedaannya.. kau bukan hanya sekedar teman atau sahabat yang melintas di sebrang jalan, tapi kau juga singgah dan menepi sehingga tidak terlalu sulit untukku membaca semua yang kau tulis dalam dirimu lalu kau sembunyikan..

"per" itu tidak seperti ini.. "per" itu saling.. bukan hanya saling membatu jika perlu, tapi juga saling berbagi kebahagiaan.. bukan untuk bahagia diatas penderitaan yang lain.. bukan untuk bersedih dan terluka melihat kebahagiaan yang lainnya.. tapi kita semua merasakan apa yang kau, dia, mereka dan kita semua rasakan..

karena terlalu banyaknya alasan yang kau berikan sehingga alasan yang pernah kau lontarkan kau ulang kembali.. karena alasan yang kau berikan berbeda dengan alasan sebelumnya dan karena kau lupa dengan alasan yang akan dan yang sudah kau berikan..

aku tidak punya alasan untuk marah terhadapmu.. aku tidak punya alasan untuk membencimu.. aku juga tidak punya alasan untuk mengatakan tentangmu dalam apa yang ada dalam fikiranku.. karena mungkin salah satu alasan yang sebenarnya juga ada dalam diriku.. alasan yang sebenarnya ada karena aku.. dan mungkin alasan yang seharusnya timbul dari dalam diriku..

Kamis, 03 Desember 2015

kalau "tanpa" kalau

lelah ini menghamipiri saat raga mulai menemukan titik jenuhnya.. hidup dan tinggal di kota orang sangat sulit.. bekerja keras untuk tetap berjuang dalam hidup.. terlalu banyak resiko yang mungkin dihadapi.. ntah itu fisik maupun materi.. lelah raga ini selalu beraktifitas seharian tanpa henti.. hanya ada gelap yang membuat raga menemukan zona nyamannya.. saat terang, tak bisa untuk menemukannya..

suatu tuntunan dalam hidup yang harus dijalani.. lelah memang.. sangat lelah.. bukan hanya fisik, tapi hati dan fikiran..

tinggal di kota orang, numpang hidup di rumah orang, bekerja di kota orang dan jauh dari keluarga.. bingung rasanya harus membagi segala sesuatu.. bukan hanya sebatas materi, tapi hati dan fikiran juga.. hati yang lelah selalu bersabar pada apa yang terjadi, harus mengalah walaupun bukan yang kita inginkan.. fikiran, bagaimana caranya agar bisa betah tinggal di tempat orang, hidup di kota orang, bekerja dengan tanpa ada istirahat, dan jauh dari keluarga..

harus bisa nunjukin kalau kita baik-baik aja, kalau kita betah, kalau kita selalu semangat, kalau kita senang, kalau kita gak merasa terbebani, kalau kita merasa nyaman dan masih banyak lagi "kalau".. terlalu banyak "kalau" membuat hati ini merasa lelah.. entah sampai kapan kelelahan ini harus aku tahan..

tak pernah ada waktu untuk aku bisa menemukan zona nyamanku.. hanya pada gelap aku menyandarkan raga ini.. hanya akhir pekan yang membuatku bisa menghentikan rutinitasku, mungkin hanya sebatas rutinitas formal.. tapi tetap saja masih banyak hal yang harus aku lakukan di akhir pekan..

lalu kapan aku bisa me_refresh raga, hati dan fikiran ini?

mungkin setelah aku sudah kehilangan rasa lelahku.. bukan karena aku menemukan zona nyamanku, tapi terlebih karena aku mulai terbiasa dengan semua kelelahan yang aku rasakan, yang aku hadapi dan aku jalani..

merasa seperti orang bodoh yang terus mengeluh dalam keinginan diri yang menggebu setelah semua diperjuangkan dan mendapatkan kemenangan.. tapi setelah kemenangan itu didapat, malah merasa tersakiti dan tersiksa dengan keinginan yang pernah ada..

berharap untuk kembali seperti dulu, hidup, berjuang dan bisa menyambung hidup di kota tercinta.. atau mungkin bisa bertahan dan tetap kuat berjuang di kota orang.. tanpa harus mengeluh, tanpa harus merengek, tanpa harus pasrah, tanpa harus kecewa, tanpa harus tersiksa dan "tanpa" yang lain-lainnya..

Senin, 16 November 2015

aku sepertimu dulu

tentang apa yang aku rasakan saat ini sama sepertimu.. seperti yang kau rasakan dulu.. katamu pedih, perih, sakit dan mungkin kau terluka.. hatimu yang terluka.. mungkin sama denganku, dengan yang saat ini kurasakan.. masalahku ternyata sama denganmu.. ketika faktor terberat yang menjadi halangan.. faktor terberat yang mungkin memang sulit untuk ditaklukan.. mungkin yang kau rasakan dulu sesakit yang kurasakan saat ini.. terbelenggu dalam perasaan yang mungkin tidak ada untuk seharusnya.. mungkin tak harus ada agar semua tidak merasa ada yang kecewa.. namun hatimu dan hatiku sama.. tak bisa memaksaan perasaan ini.. tidak bisa membuang perasaa yang sudah ada dalam hati ini.. jika bisa untuk dirubah, mungkin kau dan aku memilih untuk tidak memiliki rasa agar tak ada luka..

dulu, kau bingung dibuatnya.. harus bagaimana yang dilakukan.. sementara perasaan ini terus bertumbuh dan berkembang sementara faktor terberat mengahruskan kita untuk mematikan rasa yang ada.. ketika kita tersudutkan pda hal yang memang kita sayangi, sulit untuk membuat pilihan yang memang keduanya teramat penting.. tapi pilihan hanya ada satu.. dan salah satu yang terkorbankan akan menimbulkan luka dan kecewa..


mungkin dulu kau sama sepertiku.. berjuang mati-matian untuk mempertahankan rasa yang tumbuh dalam dirimu.. sampai kau menangis dan ternyata tangismu tak pernah didengar.. seperti kau menangis dalam hujan.. mungkin mereka tau, tapi tak ingin mengetahuinya karena tangismu tak terlihat sehingga mereka pura-pura untuk tidak melihatnya.. andai saat ini aku sama sepertimu yang harus mundur dan menyerah, aku tidak tau apa yang akn terjadi untuk kedepannya.. kaupun yang pernah mencobanya sangat sulit melakukannya dan ternyata itu tak pernah berhasil.. meskipun tak ada kepastian yang jelas, namun kalian masih saling menginginkan untuk bersama.. mungkin yang saat ini kurasakan seperti itu..

butuh waktu yang cukup lama mungkin untuk kamu melewatinya.. dan mungkin saja rasa itu masih ada sampai saat ini.. ada walaupun hanya sebagai kenangan yang melintas melesat seperti roket.. jika kamu saja yang sudah berjuang mati-matian masih gagal, bagaimana dengan aku.. rasanya mungkin sudah berubah, sudah berbeda dan sudah berpindah.. tapi walau bagaimanapun juga, kalian pernah berjuang bersama untuk melewatinya.. berjuang mati-matian untuk bisa mendapatkan bahagia.. bagaimana dengan aku yang selalu takut akan faktor yang terberat dalam keputusan yang nantinya akan menyudutkanku dalam mengambil keputusan..

mungkin kamu bisa bilang lenyap karena alasan yang mungkin jawaban dari setiap pertanyaamu.. tapi hati tak akan pernah bisa untuk berbohong apapun yang bisa mulutmu katakan.. tapi bagaimana dia yang sekarang berjuang untukku.. tak mungkin sekali untuk aku mengecewakannya.. tak ingin sekali aku mematahkan semangatnya untuk selalu memperjuangkanku.. tapi, rasa kecewa itu suatu saat akan datang.. entah itu hanya ujian yang mendpatka kelulusan dengan nilai kebahagian seperti pelangi yang datang setelah hujan.. atau mungkin sebuah ujian dengan hasil kelulusan yang menyeramkan seperti petir yang menyambar dalam derasnya hujan..

hal yang serupa terjadi padaku.. yang saat ini aku bingung sepertimu dulu.. apa yang harus aku lakukan? tak mungkin juga aku melepasnya dengan alasan yang sama sepertimu.. tidak juga seperti itu.. dia bukan untuk ditinggalkan, dia bukan untuk dikecewakan.. tapi semua menyudutkanku padanya.. meninggalkannya, atau berjuang bersamanya?

Kamis, 25 Desember 2014

terserah mama

ah, aku bingung.. hatiku masih tersimpan dalam satu ruangan yang pemiliknya mungkin tak menganggap ada aku di dalamnya.. aku selalu menanti kedatangan pemiliknya, namun tak pernah datang juga.. saat ini, ada seseorang yang ingin membawaku keluar dari ruangan itu.. tapi aku tak pernah mau keluar dari sana.. berbagai cara sudah dia lakukan untuk mengeluarkanku.. tapi tak pernah berhasil.. entah apa yang terjadi denganku.. padahal, ruangan itu kosong, gelap dan hampa.. tapi aku nyaman di sana.. tapi, kalaupun pemiliknya datang, aku tak pernah mau dia ada dalam ruangan yang sama denganku.. aku juga tidak tahu, padahal mungkin itu yang aku mau selama penantian ini.. bingung juga rasanya kalau sudah menyangkut orang tua.. tak boleh dulu terikat apapun dengan siapapun dan bagaimanapun yang akan dilakukan.. sempat ada salah satu yang datang juga selain dia untuk mengeluarkanku dari ruangan itu.. tapi aku juga menolaknya dan bahkan aku menceritakannya ke dia.. dan mungkin dia menyerah karena tak pernah datang lagi.. tapi sekarang, ada tiga orang yang mencoba berusaha mengeluarkanku dari ruangan itu..

pertama.. dia, orang yang sudah lama berjuang dan berusaha mengeluarkanku dari ruangan itu dan aku tak pernah bisa dan tak pernah mau.. padahal, dia selalu menemaniku di ruangan itu.. dan aku pun tak pernah keberatan untuk ditemani olehnya.. aku senang dia bisa bersama denganku dalam ruangan yang sama.. tapi bukan ruangan itu yang seharusnya kita tempati.. itu milik orang lain.. dia selalu menemaniku kemanapun aku mau.. dia selalu disampingku saat aku membutuhkan seseorang.. tapi kenapa aku gak bisa pergi dari ruangan itu dan pindah ke ruangannya? aku merasa sudah mengecewakannya dan membuatnya terluka.. maafkan aku karena hal itu..

kedua.. dia yang bertemu aku saat aku sedang keluar dari ruangan itu.. dia yang hampir setiap hari menanyakanku ke temen mama.. yang hampir setiap hari minta no tlf atau PIN BBM ku tapi tak pernah mama kasih.. ada salah satu alasan yang bikin mama gak ngebolehin aku tinggal di ruangannya.. aku juga kurang ngerti dengan itu..

ketiga.. dia yang sempat bertemu denganku saat aku keluar dari ruangan itu untuk menemani mama dalam acara-acara yang diikutinya.. saat itu mungkin ruangan yang dia punya sedang ada yang menempatinya.. tapi beberapa hari yang lalu, dia menanyakanku ke salah satu temen mama.. dia adalah orang yang menanyakan no hp ku untuk orang kedua.. tapi, orang ke tiga ini menanyakan hal yang sama ke dia, dan jelas saja gak dikasih.. karena dia sendiri masih mencari informasi ke mama untuk temennya itu.. orang ketiga ini datang menghubungiku lewat salah satu sosmed yang aku punya beberapa hari yang lalu.. dia menanyakan no hp dan PIN BBM ku langsung.. aku gak langsung menjawabnya.. dia malah nanya lagi ke salah satu saudara aku dan salah satu temen aku untuk minta no hp atau PIN aku.. tapi mereka gak kasih karena gak aku ijinin.. tapi dia terus mengirim aku pesan di facebook ku.. aku ijin dulu ke mama.. dan setelah panjang lbar cerita, mama menyerahkan semuanya ke aku.. akhirnya aku kasih PIN ku tanpa aku kasih no hp ku..

beberapa orang datang dalam hidupku untuk membawaku keluar dari ruangan yang sudah aku tempati sejak lama.. tapi susah untukku beranjak dari tempat itu.. ditambah lagi dengan faktor lain yang membuatku enggan mengikuti mereka untuk pindah ke tempat salah satu dari mereka..

aku bercerita banyak ke mama.. baru kali ini aku mau blak-blakan cerita masalah seperti ini.. biasanya aku pendam sendiri atau aku hanya bercerita ke salah satu temenku.. lumayan enak dan nyaman, tapi ada sedikit rasa canggung dan malu juga.. mungkin karena belum terbiasa kali ya..

jadi, aku harus bgaimana dengan orang-orang itu? terserah mama aja lah.. aku cape ngurusin masalah yang kaya gitu.. terlalu sakit yang aku rasakan.. aku belum siap untuk merasakan sakit untuk yang kesekian kalinya..