Kamis, 03 Desember 2015

kalau "tanpa" kalau

lelah ini menghamipiri saat raga mulai menemukan titik jenuhnya.. hidup dan tinggal di kota orang sangat sulit.. bekerja keras untuk tetap berjuang dalam hidup.. terlalu banyak resiko yang mungkin dihadapi.. ntah itu fisik maupun materi.. lelah raga ini selalu beraktifitas seharian tanpa henti.. hanya ada gelap yang membuat raga menemukan zona nyamannya.. saat terang, tak bisa untuk menemukannya..

suatu tuntunan dalam hidup yang harus dijalani.. lelah memang.. sangat lelah.. bukan hanya fisik, tapi hati dan fikiran..

tinggal di kota orang, numpang hidup di rumah orang, bekerja di kota orang dan jauh dari keluarga.. bingung rasanya harus membagi segala sesuatu.. bukan hanya sebatas materi, tapi hati dan fikiran juga.. hati yang lelah selalu bersabar pada apa yang terjadi, harus mengalah walaupun bukan yang kita inginkan.. fikiran, bagaimana caranya agar bisa betah tinggal di tempat orang, hidup di kota orang, bekerja dengan tanpa ada istirahat, dan jauh dari keluarga..

harus bisa nunjukin kalau kita baik-baik aja, kalau kita betah, kalau kita selalu semangat, kalau kita senang, kalau kita gak merasa terbebani, kalau kita merasa nyaman dan masih banyak lagi "kalau".. terlalu banyak "kalau" membuat hati ini merasa lelah.. entah sampai kapan kelelahan ini harus aku tahan..

tak pernah ada waktu untuk aku bisa menemukan zona nyamanku.. hanya pada gelap aku menyandarkan raga ini.. hanya akhir pekan yang membuatku bisa menghentikan rutinitasku, mungkin hanya sebatas rutinitas formal.. tapi tetap saja masih banyak hal yang harus aku lakukan di akhir pekan..

lalu kapan aku bisa me_refresh raga, hati dan fikiran ini?

mungkin setelah aku sudah kehilangan rasa lelahku.. bukan karena aku menemukan zona nyamanku, tapi terlebih karena aku mulai terbiasa dengan semua kelelahan yang aku rasakan, yang aku hadapi dan aku jalani..

merasa seperti orang bodoh yang terus mengeluh dalam keinginan diri yang menggebu setelah semua diperjuangkan dan mendapatkan kemenangan.. tapi setelah kemenangan itu didapat, malah merasa tersakiti dan tersiksa dengan keinginan yang pernah ada..

berharap untuk kembali seperti dulu, hidup, berjuang dan bisa menyambung hidup di kota tercinta.. atau mungkin bisa bertahan dan tetap kuat berjuang di kota orang.. tanpa harus mengeluh, tanpa harus merengek, tanpa harus pasrah, tanpa harus kecewa, tanpa harus tersiksa dan "tanpa" yang lain-lainnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@s.mentari