sulit jika hati harus berdamai dengan kenyataan.. seseorang yang hatinya sudah terlanjur terkunci akan sulit untuk menerima kenyataan di luar sana yang ternyata tidak sesuai dengan kata hatinya.. inginnya hanya membuang kunci hati tanpa keluar untuk melihat kenyataan yang sebenarnya..
jika saja diluar sana lebih indah daripada terpenjara dalam hati, lebih baik kabur menembus dinding bagaimanapun caranya.. tapi, tidak seperti itu kenyataannya.. ketika seseorang harus berdamai dengan hati yang tak sesuai dengan apa yang terjadi, bimbanglah dia.. memilih antara hati yang tersakiti atau lebih baik mati tak punya hati..
bukan bertindak seperti apa maunya tanpa memperdulikan hati yang lainnya.. tapi, apapun yang menjadi sebuah keputusan akan selalu ada hasilnya, akan selalu ada resikonya, dan yang lebih pasti akan ada hati yang tersakiti..
ingin rasanya kenyataan berdamai dengan hati, atau hati yang berdamai dengan kenyataan.. tapi sulit rasanya untuk saat ini.. seperti menancapkan pedang dalam dada ini jika harus berdamai dengan hati dan hidup dalam kenyataan.. seperti raga tanpa nyawa saat harus berdamai dengan kenyataan namun hati berkata lain..
seperti itukah mereka yang terbelenggu dalam kepura-puraan? tersenyum dibalik tangis luka yang dalam dan menangis dibalik kebahagiaan yang mereka rasakan..
bukan seperti itu yang diinginkan dan diharapkan.. inginnya hati bisa berdamai dengan kenyataan.. merasakan apa yang kenyataannya berpihak pada hati.. ingin tersenyum lebar karena merasakan bahagia serta menangis karena terharu dan bangga..
mungkin sulit untuk mereka yang merasakan perihnya terluka karena tidak adanya persamaan antara hati dan kenyataan.. hanya satu hati yang dimiliki dan itu pun harus dikorbankan demi seribu kenyataan yang sebenarnya tak mengapa jika mereka mengikuti hati itu..
waktu itu terus berjalan maju tanpa dia diberi kemampuan untuk mundur.. dan itulah perjuangan, yang harus seperti waktu terus maju ke depan tanpa harus mundur.. begitupun masa, yang akan melihat ke depan bukan akan memasuki masa lalu.. biarlah masa lalu hanya sebagai kenangan..
waktu itu sudah pasti akan selalu berjalan maju ke depan, tak kan pernah untuk mundur ke belakang.. maka percayalah dengan kehidupan di masa yang akan datang.. mulailah berdamai antara hati dan kenyataan.. karena perjuangan tanpa henti, tanpa adanya kemunduran, suatu saat nanti akan mencapai kemenangan.. antara hati dan kenyataan, pasti akan ada yang menang.. namun yang satunya lagi bukan menerima kekalahan.. tapi kemenangan bersama.. karena saat itu, hati dan kenyataan akan berdamai..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
@s.mentari