terlalu banyak alasan yang kau lontarkan untuk menyembunyikan sesuatu.. mungkin aku memang tidak tau, tapi aku bisa sedikit mengerti tentang semua alasan yang kau lontarkan arahnya kemana.. jangan terlalu memberikan banyak alasan, karena alasan yang satu bisa untuk menutupi alasan kedua, tapi untuk selanjutnya akan semakin banyak alsan yang harus kau siapkan..
kau mungkin menyimpan segudang persediaan alasan, namun kenyataan yang terjadi lebih dari itu.. alasan yang kau siapkan pasti akan menjadi sedikit dan hanya sepersekiannya saja dibanding dengan alasan yang harus kau tutupi dengan alasan..
kau mungkin bisa berkata ya atau tidak, tapi hatimu tidak bisa berbohong jika ternyata bukan ya dan tidak, tapi tidak dan ya untuk pertanyaan yang aku lontarkan..
janganlah kau memberikan hujan dengan alasan untuk meberikan kesejahteraan pada para petani dan peternak namun ternyata tujuan hujan yamg kau turunkan tidak lebih hanya satu alasan, untuk memberikan bencana dan membuat banjir di mana-mana..
jangan memberikan alasan hanya sekedar untuk membuat senang, tapi berilah alasan yang benar-benar ingin membuat mereka senang..
bukan bahagia yang kurasa, dengan alasan yang kau berikan malah membuat luka.. aku memang tidak tau, aku tidak bisa membaca isi fikiranmu dan tidak bisa merasakan apa yang ada dalam hatimu.. tapi setidaknya aku tau dan bisa mebaca kemana arah tujuanmu..
bukan hanya kali ini kau memberikan alasan yang sedikit membuat tanya dalam benakku.. mungkin jika hanya satu kali, aku tak kan berfikir dua kali untuk memnyimpulkan apa maksud dan tujuanmu.. tapi karena ini lebih dari satu dan dua kali, tidak salah juga kan jika semua membuatku menjadi berfikir kembali.. mengulang kembali tentang alasan-alasan yang pernah kau berikan..
aku memang tak sehebat kamu, aku tak sehebat dia, dan aku mungkin tak sehebat mereka.. tapi aku tau tentang apa yang terjadi melalui sikap yang kamu perlihatkan.. mungkin kau menutupi semuanya, terlihat baik-baik saja dan tidak ada apa-apa.. tapi apa yang kau perlihatkan bukan menunjukkan tentang semua itu..
jangan katakan tidak jika ternyata hatimu mengatakan iya.. jangan katakan iya jika ternyata hatimu berkata tidak.. karena bukan hanya aku dan kamu yang merasakan perihnya luka, tapi juga dia yang dan mereka yang tidak tau apa-apa..
kau bermain sangat cantik sehingga kau bisa menutupi semuanya.. terlalu indah permainanmu.. tapi sayang, itu tidak berlaku untukku.. aku bisa melihat semua perbedaannya.. kau bukan hanya sekedar teman atau sahabat yang melintas di sebrang jalan, tapi kau juga singgah dan menepi sehingga tidak terlalu sulit untukku membaca semua yang kau tulis dalam dirimu lalu kau sembunyikan..
"per" itu tidak seperti ini.. "per" itu saling.. bukan hanya saling membatu jika perlu, tapi juga saling berbagi kebahagiaan.. bukan untuk bahagia diatas penderitaan yang lain.. bukan untuk bersedih dan terluka melihat kebahagiaan yang lainnya.. tapi kita semua merasakan apa yang kau, dia, mereka dan kita semua rasakan..
karena terlalu banyaknya alasan yang kau berikan sehingga alasan yang pernah kau lontarkan kau ulang kembali.. karena alasan yang kau berikan berbeda dengan alasan sebelumnya dan karena kau lupa dengan alasan yang akan dan yang sudah kau berikan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
@s.mentari