cerita dari seorang pria yang hatinya sudah ia berikan kepada wanita yang dia sayangi.. perhatiannya, kasih sayangnya, dicurahkan untuk gadis itu.. keseriusannya untuk menjalani hubungan dengannya sudah cukup serius.. pendekatan pun sudah dilakukannya sejak lama dan memang mereka sudah benar-benar dekat.. tapi ketika keseriusannya ingin dia tingkatkan lagi ke arah yang benar-benar serius, terjadi penolakan dari pihak sang gadis.. ntah apa alasan yang sebenarnya sehingga dia tidak mendapatkan restu dari pihak gadis itu.. padahal mereka sudah lama dekat, saling mengenal dan bahkan saling menyayangi satu sama lain.. belum juga dia melangkah benar-benar ke depan, sudah mendapat penolakan terlebih dahulu.. alasan lebih jelasnya pun tak tau apa.. tapi secara kasat mata, bisa dikatakan dan bisa dilihat dari latar belakang mereka yang sedikit berbeda..
misalnya saja dalam pendidikan yang satu tingkat di bawah gadis itu.. pekerjaan yang mungkin bukan sebagai pejabat, pegawai kantoran atau pengusaha sukses.. bukan juga terlihat dari kalangan keluarga nigrat dan terlebih lagi dia yang menjadi tulang punggung keluarganya yang menghidupi tiga 2 orang adiknya dan ibunya.. pria ini bekerja keras untuk menghidupi keluarganya sendirian.. walaupun begitu, semangatnya tak pernah padam.. meskipun dia bukan seorang pengusaha besar, bukan seorang pejabat atau pegawai kantoran, tapi dia bisa memperjuangkan kelayakan hidup keluarganya..
apakah memang salah jika dia menyayangi gadis yang menjadi pilihannya itu? padahal kita tau sendiri bahwa hati tak bisa dipaksakan dan hati juga tak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, untuk siapa cinta ini diberikan.. mereka sudah saling menyayangi satu sama lain.. apakah sebuah ikatan harus didasari dengan status sosial atau ekonomi? apakah pria ini tidak pantas untuk mendapatkan gadis yang menjadi pilihannya? apakah gadis ini juga tidak berhak menentukan pilihannya sendiri? walaupun kita tau, bahwa setiap orang tua pasti menginginkan segala sesuatu yang terbaik untuk anaknya.. apalagi pasangan hidup yang bukan hanya untuk sehari dua hari saja.. dan kita tau juga bahwa orang tua lebih berpengalaman dalam hidup.. tau bagaimana asam manis kehidupan.. tapi jika memang hati kita sudah menetapkan pada satu pilihan, apakah kita harus menghapusnya begitu saja?
hati tak pernah bisa dipaksakan.. hatipun tak bisa menentukan.. sayang itu timbul dengan sendirinya..
pendidikan tak selalu menjamin pekerjaan yang layak pada setiap manusia.. banyak sarjana, master, dan lain sebagainya yang menjadi pengangguran.. tak sedikit orang yang hanya lulusan SD bisa menjadi jutawan.. banyak juga pengusaha-pengusaha yang sukses dalam bisnisnya dan tiba-tiba gulung tikar di tengah jalan, pegawai kantoran yang sudah memiliki posisi yang nyaman tapi diberhentiakn dengan satu alasan atau karena kesalahannya sendiri.. tak sedikit juga yang saat ini hanya sebagai karyawan biasa, tapi dengan kerja kerasnya dia mampu duduk di posisi teratas dan tak sedikit juga karyawan biasa yang mempunyai ide untuk membuat usaha sampingan dari pekerjaannya itu dan ternyata berhasil..
semua tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya nanti.. lalu kenapa dengan pria ini? kenapa dia mesti tak mendapat ijin dari pihak gadisnya.. belum tentu dengan menolaknya, gadisnya akan mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dari pria ini.. jadi apa yang harus dilakukan oleh pria ini? tetap memperjuangkan cintanya, atau mundur karena memang tak mendapatkan ijin dari pihak gadisnya?
lalu apa juga yang harus dilakukan gadis ini? apakah harus mengikuti hati nuraninya atau menuruti orang tuanya?
