terlihat seperti orang bodoh saat aku merasa menjadi seorang pengemis.. mengemis dan meronta.. mungkin saat itu adalah salah satu wujud perjuanganku untuk mempertahankan tentang semuanya.. tapi kau malah asik berlari menjauh.. semakin aku kejar, semakin cepat kau berlari.. bahkan menoleh pun kau tak pernah..
ada kebahagiaan yang kau dapat saat kau asik berlari bersama kumbang yang lain.. mungkin kau terlalu menikmati kebersamaanmu sehingga kau tak sadar bahwa kumbangmu berbalik arah dan meninggalkanmu.. saat kau sendiri berlari, baru kau mencoba menoleh ke belakang.. tapi, saat kau menoleh ke belakang, mungkin aku memperlambat pengejaranku.. mungkin aku lelah walaupun aku tak pernah menyerah.. mungkin aku butuh istirahat untuk memulihkan kondisiku setelah jauh berlari mengejarmu..
ketika aku mulai terdiam, kau berbalik dan berlari ke arahku.. mungkin karena aku terlalu berharap bisa menggapaimu, dan disaat aku hampir sampai.. kau mulai berlari lagi.. secepat mungkin aku berlari mengejarmu, tapi aku mulai lelah lagi.. teramat lelah mungkin.. sampai aku sedikit demi sedikit berhenti.. saat aku memperlambat pengejaranku, ternyata di belakangku ada yang mengejarku.. aku tak pernah mau tau tentang itu.. mungkin dia juga merasakan lelah sepertiku.. tapi mungkin juga dia tak pernah menyerah untuk mengejarku.. antara aku yang mengejarmu, dan dia yang mengejarku, ternyata dia lebih tangguh dan cepat.. mungkin lelahku terobati karenanya.. sampai aku tak menyadari ternyata aku sedang berhenti dan beristirahat..
saat kamu menoleh ke belakang, kamu tak melihatku di belakangmu.. mungkin saat aku pernah terjatuh, kamu tak pernah tau itu.. mungkin kamu tak pernah ingin tau tentang itu.. saat aku berlari, banyak rintangan yang aku lalui.. jalanan berliku, bebatuan yang membuat kakiku tersandung, jalan yang berlubang sampai aku terperosok ke dalamnya.. kamu tak pernah tau semua itu.. tak pernah tau apa yang terjadi di belakangmu.. tak pernah ingin tau tentang semua itu.. karena kamu asik berlari dalam pengejaran.. mungkin karena aku terlalu lelah, sudah terlalu merasakan sakit karena berlari, aku terdiam.. datanglah dia yang mengobati semua luka-lukaku saat ku berlari mengejarmu.. sampai saat ini pun aku tak pernah berhenti untuk berjuang.. tapi mungkin saat ini, kamu yang memaksaku untuk tidak pernah berlari mengejarmu lagi.. betapa bodohnya aku yang berlari menjadi seorang pengemis.. meraung dan meminta belas kasihan.. aku merasa menjadi seorang pengemis yang bodoh.. berlari mengejar ketidakpastian..
ada kebahagiaan yang kau dapat saat kau asik berlari bersama kumbang yang lain.. mungkin kau terlalu menikmati kebersamaanmu sehingga kau tak sadar bahwa kumbangmu berbalik arah dan meninggalkanmu.. saat kau sendiri berlari, baru kau mencoba menoleh ke belakang.. tapi, saat kau menoleh ke belakang, mungkin aku memperlambat pengejaranku.. mungkin aku lelah walaupun aku tak pernah menyerah.. mungkin aku butuh istirahat untuk memulihkan kondisiku setelah jauh berlari mengejarmu..
ketika aku mulai terdiam, kau berbalik dan berlari ke arahku.. mungkin karena aku terlalu berharap bisa menggapaimu, dan disaat aku hampir sampai.. kau mulai berlari lagi.. secepat mungkin aku berlari mengejarmu, tapi aku mulai lelah lagi.. teramat lelah mungkin.. sampai aku sedikit demi sedikit berhenti.. saat aku memperlambat pengejaranku, ternyata di belakangku ada yang mengejarku.. aku tak pernah mau tau tentang itu.. mungkin dia juga merasakan lelah sepertiku.. tapi mungkin juga dia tak pernah menyerah untuk mengejarku.. antara aku yang mengejarmu, dan dia yang mengejarku, ternyata dia lebih tangguh dan cepat.. mungkin lelahku terobati karenanya.. sampai aku tak menyadari ternyata aku sedang berhenti dan beristirahat..
saat kamu menoleh ke belakang, kamu tak melihatku di belakangmu.. mungkin saat aku pernah terjatuh, kamu tak pernah tau itu.. mungkin kamu tak pernah ingin tau tentang itu.. saat aku berlari, banyak rintangan yang aku lalui.. jalanan berliku, bebatuan yang membuat kakiku tersandung, jalan yang berlubang sampai aku terperosok ke dalamnya.. kamu tak pernah tau semua itu.. tak pernah tau apa yang terjadi di belakangmu.. tak pernah ingin tau tentang semua itu.. karena kamu asik berlari dalam pengejaran.. mungkin karena aku terlalu lelah, sudah terlalu merasakan sakit karena berlari, aku terdiam.. datanglah dia yang mengobati semua luka-lukaku saat ku berlari mengejarmu.. sampai saat ini pun aku tak pernah berhenti untuk berjuang.. tapi mungkin saat ini, kamu yang memaksaku untuk tidak pernah berlari mengejarmu lagi.. betapa bodohnya aku yang berlari menjadi seorang pengemis.. meraung dan meminta belas kasihan.. aku merasa menjadi seorang pengemis yang bodoh.. berlari mengejar ketidakpastian..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
@s.mentari