Senin, 15 Februari 2016

sudahlah !!

aku bisa merasakannya dan aku harus telan sendiri.. berpura-pura untuk tegar dan kuat dibalik senyum yang tersungging di bibir ini.. meski harus aku tutupi dengan segala keceriaan.. tapi bagaimana cara melewatinya jika aku sudah mulai benar-benar tak sanggup lagi? mengadu pada siapa selain ikhlas menerima semuanya.. tapi aku hanya wanita yang lemah yang bisanya hanya mengadu dan menangis.. tanpa bisa benar-benat tegar dan kuat.. semua yang aku jalani kini terasa cukup berat dengan hal yang baru.. mungkin ini terlihat mudah dan hal yang biasa.. tapi untukku ini sangat berat.. berat untuk ku jalani dan aku tak tau harus seperti apa.. bertahan sampai kapan.. dan bagaimana cara menjalani semuanya..

hidup itu memang seperti jalanan.. penuh liku, belokan, jalan bergelombang, jembatan di tepi jurang dan masih banyak lagi rintangan yang harus dilalui.. ntah aku bisa melewatinya atau tidak.. yang jelas saat ini aku sedang mencoba menikmati kehidupan ku yang ntah ini sebuah kebahagiaan atau kah ujian untuk melihat perjuanganku..

semua melihatku sebagai sosok wanita yang kuat, tegar, dan tak banyak mengeluh.. tapi taukah kalian apa yang kurasakan? jika aku tak bisa berkata untuk bercerita tentang semua yang kurasakan, aku hanya bisa menulis untuk mencurahkan seluruh keluh kesah yang menghimpit rasa ini.. tak apa semua mengganggapku seperti itu.. karena aku sendiripun tak mau membuat semuanya jadi kerepotan dengan segala urusanku.. cukup aku yang bisa membantu dengan tenagaku jika harta tak bisa aku berikan.. sudah cukup kalian tau bahwa aku baik-baik saja.. agar kalian tak mencemaskanku.. 

sekali saja ingin aku pergi ke puncak tertinggi, berteriak sekencang-kencangnya.. setidaknya mungkin bisa membuatku sedikit lega mengeluarkan beban yang ada di pundak ini.. mungkin itu bukan berati aku lepas dengan semua yang aku pikul, tak bisa menghilangkan semua masalah yang menumpuk dalam kepala ini, dan rasa yang terhimpit dalam dada.. namun itu bisa membuatku sedikit tenang mengeluarkan batu dalam hati..

semua tak mengerti dengan apayang aku rasakan, yang aku jalani, dan yang aku lalui.. semua nampaknya berfikir bahwa aku wanita tegar dan kuat yang so' tidak butuh bantuan orang lain.. padahal mereka salah.. mungkin aku yang paling membutuhkan bantuan orang lain.. mungkin aku yang paling banyak mengeluh.. mungkin aku yang paling cengeng.. mungkin aku yang paling lemah.. tapi semua tak peka untuk melihatnya karena hanya melihatku yang seolah-olah tampak selalu ceria.. bukan itu padahal..

sudahlah.. seperti apa yang aku bilang.. cukup kalian tahu bahwa aku baik-baik saja..

Kamis, 11 Februari 2016

dulu, kau kujadikan telingaku !!

aku mulai mengerti apa yang saat itu kau rasakan.. aku tahu bagaimana bingungnnya saat itu.. dengan rasa yang masih menggebu dan saat itu kau harus merelakannya pergi.. aku hanya tau dan mengerti, bukan merasakannya.. karena mungkin apa yang pernah kau alami kini aku alami.. mungkin benar bahwa dalam hidup pasti ada timbal baliknya.. apapun itu bentuknya..

kau harus merelakan dia yang dulu benar-benar kau inginkan dan harus kau biarkan pergi dengan orang yang setidaknya pernah kau jadikan telinga.. saat ini akupun mengalaminya.. bukan ditikam yang aku rasakan, tapi lebih ke "kenapa" harus dia? dia yang dulu sempat kujadikan telinga.. ya, telinga.. mungkin memang hanya sebatas menjadi telinga.. hanya sebatas menjadi pendengar, bukan untuk yang mengerti dengan keadaanku..

awalnya aku berfikir dan merasa biasa saja dengan semua itu, tapi setelah aku mengalaminya mungkin aku sedikit mengerti apa yang dirasakan.. tapi bedanya kau yang masih dengan rasa yang menggebu sedangkan aku yang ingin benar-benar membuangnya dan tak ingin dia kembali.. karena saat ini aku menemukan yang lebih baik sedangkan kau yang masih mengurutkan dia paling atas dalam hidupmu..

aku mempercayai bahwa timbal balik dalam hidup itu memang ada.. dan saat ini aku benar-benar lebih meyakini adanya hal itu.. dulu aku pernah merasakan perih yang teramat dalam.. dan ternyata dengan tidak sengaja aku mengamatinya sedang berada dalam keterpurukan.. mungkin itu bisa dijadikan timbal balik dari apa yang pernah dilakukannya terhadapku..

bukan karma.. tapi pembelajaran yang bisa kita ambil agar kita bisa lebih intropeksi diri.. menilai dengan tanpa melihat dari salah satu sisi.. karena di sisi lain ada diri kita yang pernah ada dalam hidupnya.. belajar untuk bisa lebih menghargai hidup dan bisa menerima semua yang kita terima..

cermin dan alasan

hidup itu diibaratkan cermin dan hidup itu adalah sebuah alasan.. kenapa?
oke, penjelasannya adalah....

seseorang hidup tidak lepas dari yang namanya timbal balik.. apapun itu jenisnya, apapun itu bentuknya, apapun itu namanya.. cermin selalu memperlihatkan apa yang yang dilihatnya.. apapun yang dilakukan dan diperbuat, cermin pasti mengikutinya.. segalanya dia ikuti.. begitupun hidup.. segala sesuatu yang kita lakukan, kita kerjakan, kita berikan, terhadap orang lain, semuanya akan sama seperti yang nantionya akan kita terima dari mereka.. jika kita berbuat baik terhadap orang lain, kita pun akan menerima perlakuan baik dari orang lain.. jika kita berbuat buruk terhadap orang lain, jangan berharap orang lain akan berbuat baik kepada kita.. jadi segala sesuatu yang pernah kita berikan terhadap orang lain akan kita terima tidak jauhg berbeda seperti itu.. makannya, jangan heran kalau kita menerima perlakuan buruk atau aneh dari orang lain.. tak perlu berfikir buruk, cukup intropeksi aja, siapa tau dulu kalian pernah berbuat hal seperti itu juga terhadap orang lain..

lalu bagaimana dengan sifat cermin yang selalu terbalik? jika sifat cermin adalah kebalikannya, seharusnya kita menerima perlakuan dari orang lain kebalikan dari apa yang kita perbuat..

hmmmmm... ya, itu juga bener.. gini nih, contoh kecilnya aja deh..

orang tua mana sih yang gak sayang sama anaknya? kasih sayang ibu itu sepanjang jalan, sepanjang masa.. apapun yang diperbuat anaknya, mau itu baik atau buruk, orang tua pasti maapin kita.. orang tua pasti tetep berbuat baik meskipun sikap kita buruk terhadap mereka.. atau siapapun yang sayang sama kita, jika kita berbuat buruk sama mereka pasti mereka mau aja maapin kita dan masih bersikap baik ke kita.. ada juga yang gak suka ke kita.. mau kita berbuat baik atau apapun, pasti selalu salah di mata mereka.. dibilangnya caper lah, so' baik lah, gila pujian lah, apapun itu..

makannya hidup itu kayak cermin kan, semua yang kita lakukan dan kita perbuat, semuanya akan sama dengan apa yang nantinya akan kita terima.. jangan heran makannya sama orang-orang dengan perlakuan yang berbeda-beda terhadap kita.. dan begitupun sifat cermin yang berbalik..  apapun yang akan kita terima dari orang lain, yang penting kita nya aja baik dulu ke orang lain.. toh gak akan rugi kok kalau kita berbuat baik.. kalaupun kita berbuat baik dan dibalasnya dengan buruk, ya semoga aja jadi ladang pahala buat kita hehehe

terus alasan.. kenapa juga hidup itu dikatakan alasan? ya gimana enggak.. semuanya yang ada di dunia ini menggunakan alasan.. mau itu alasan yang sebenarnya ataupun alasan untuk mengelabui aja.. jadi jangan heran kalau kita nanya ke orang lain, dan mereka jawabnya berbelat belit nyari-nyari alasan ini itu.. walaupun alasannya terkadang sedikit gak nyambung.. itu berarti dia pake alasan buat mengelabui.. banyak ko yang kayak gitu.. makannya jangan heran kalau mereka bayak alasan ini itu untuk menutupi kebohongannya biar kita percaya.. padahal dengan terlalu banyaknya alasan yang dipake, itu justru ngebuat kita malah gak percaya dan ceritanya terlihat dibuat-buat.. dengan hanya 1 alasan yang jelas dan gak berbelit-belit, mungkin itu bisa sedikit lebih bisa dipercaya.. meskipun itu cerita palsu atau memang benar-benar terjadi.. kalau kebanyakan alasan yang dibuat-buat, nantinya jadi lupa.. alasan yang dipake waktu itu apa ya? kebanyakan sih alasan nya..

tapi hidup memang alasan.. semua punya alasan tersendiri.. kenapa orang-orang berbuat A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang menyukai A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang membenci A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang ingin pergi ke A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang memilih A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang melakukan A, B, C, atau D.. dan masih banyak lagi kenapa.. semua yang terjadi adalah kenapa.. dan memang semuanya menggunakan alasan.. tanpa terkecuali..