Jumat, 12 Desember 2014

karena materi

aku bukan seperti mereka yang punya segalanya.. jika aku menginginkan sesuatu, aku harus berjuang dan berusaha sekeras mungkin.. tidak seperti mereka yang tinggal menyodorkan tangannya dan berkata "mah, pah! aku minta uang dong.. aku pengen beli sesuatu".. mereka pun dengan gampang merogoh sakunya dan mengeluarkan uang "nih, uangnya.. jangan terlalu dihambur-hamburkan ya".. mungkin berbeda denganku yang katanya "kalo cuman pengen doang, jangan beli dulu.. mending beli apa yang dibutuhkan dulu".. tapi tak apa.. aku tak pernah menyalahkan siapa-siapa.. aku hanya menerima takdir yang digariskan untukku.. tapi aku juga tidak hanya berdiam diri dan pasrah begitu saja dengan keadaan ini.. aku terus berjuang dan berusaha agar derajat hidupku bisa naik..

aku tidak seperti mereka yang mempunyai paras cantik, kulit putih halus terawat, pakaian yang bermerk, modis dan tampil dengan gaya yang modern, pergi dengan mengendarai mobil yang tidak akan membuatnya kehujanan dan kepanasan.. sedangkan saya? hanya anak yang datang dari desa mungkin menurut mereka.. kurang pergaulan sehingga ketinggalan jaman dari mereka orang-orang yang hidup di kota yang bisa melakukan segala apa yang mereka mau.. dengan hanya pergi  kesana kemari menggunakan kendaraan umum yang berdesak-desakan dengan penumpang lainnya.. aku nikmati semua perjalanan hidupku..

apa semua orang hanya melihat fisik dan harta saja? padahal sebuah kebahagiaan dan kenyaman itu tidak selalu diukur oleh uang atau materi.. seperti cinta dan kasih sayang misal.. sebesar apapun uang yang ditawarkan agar kita mau mencintai sesuatu, itu tak kan bisa terjadi.. karena cinta kasih itu datang dari hati, bukan dari uang.. mungkin uang bisa membeli segala sesuatu yang kita inginkan.. tapi untuk cinta kasih, tak ada yang memperjual belikan..

siapa orang yang tak kenal uang? siapa orang yang tak menginginkan uang? siapa orang yang tak membutuhkan uang? apa karena itu aku sekarang sendirian? bukan hanya karena uang, tapi karena fisik dan penampilan yang kurang bisa merawat seperti mereka yang bisa datang ke salon.. apa karena itu mereka memandangku hanya dengan sebelah mata? tak ada yang mau mendekati, bahkan hanya sekedar melirik saja pun mungkin tak ada yang tertarik.. sebegitu kurangnya aku di mata kalian? di mata mereka? di matanya? di mata dia? di mata kamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@s.mentari