ketika aku berada di tengah keramaian orang-orang yang sedang tertawa bersama dan terlihat bahagia, aku malah terdiam memisahkan diri senidiri di pojok kamar sambil menangis tersedu-sedu tanpa bisa didiamkan seperti bocah kecil yang kehilangan mainannya.. semua menghapiriku setelah mere menyadari keberadaanku di kamar kosong sendirian sambil menangis meraung-raung.. mereka berusaha untuk membuatku diam dan tidak menangis lagi.. tapi mereka gagal melakukannya.. aku terus menangis lebi kencang dan sulit rasanya menahan air mata yang bercucuran ini.."kenapa menangis..??"
ketika itu aku tak pernah bisa berkata untuk menjawab pertanyaan itu.. mereka sangat mengkhawatirkanku.. aku yang biasanya selalu tertawa, ceria, cuek, dan terlihat selalu tanpa beban, tiba-tiba kali ini menangis sekencan-kencangnya tanpa bisa ada yang menenangkan..
"aku harus bagaimana? harus melakukan apa agar kamu bisa diam dan menceritakan apa yang kamu alami?"
lagi-lagi aku berat untuk berkata, karena hanya teriakan tangis yang bisa aku keluarkan.. begitu sesak rasa di dada ini.. terasa berat mata ini untuk menahan keluarnya air mata.. dan terasa kaku bibir ini untuk berucap..
"sudah lah.. biarkan saja dulu dia sendiri.. biarkan dia menikmati tangisannya.. biarkan dia keluarkan segala kekecewaanya, kemarahannya, dan kesedihannya.. setelah dia tenang dan merasa lelah, nanti dia akan diam sendiri dan mudah-mudahan mau bercerita.."
setelah lama mereka tertawa bercanda dan ngobrol, sepertinya aku mulai lelah dan mulai merasa sedikit lebih tenang.. aku mencoba keluar kamar dan menghampiri mereka semua.. meskipun aku masih sedikit menahan isak tangisku..
"kamu kenapa menangis? jika kamu percaya dan kami bisa bantu, kamu bisa ceritakan.."
aku sedikit menghela nafas dan befikir sejenak.. sulit aku berucap apa yang pertama kali harus aku lontarkan.. dari mana dan apa yang harus aku ceritakan.. akupun berfikir tentang masalahku yang bila aku ceritakan mereka akan menertawakanku dan menganggapku orang yang bodoh.. aku tau itu, tapi hanya aku yang bisa merasakannya.. mereka tidak merasakan apa yang sedang aku rasakan.. setelah aku menghela nafas, aku mencoba untuk bicara..
"hubunganku selesai.. aku sekarang sendiri.. tak ada lagi yang ada disampingku saat aku berjalan, saat aku duduk, saat aku makan, saat di kelas, saat pulang, dan saat melewati hari-hariku nanti.." sambil air mata yang menetes lagi..
"ya, aku tau kalian pasti ingin menertawakanku karena hanya masalah seperti itu aku sampai menangis tersedu-sedu.. aku tau aku terlihat seperti orang bodoh yang mengharapkan cinta seorang lelaki.. seorang perempuan yang mengemis cintanya.. padahal masih banyak laki-laki di luar sana yang mungkin lebih baik dari dia.. ya, saya tau kalian pasti berfikir seperti itu.." tambahku yang mendahului mereka berbicara
"ya, memang seperti itu kenyataannya.. hanya karena laki-laki kau menangis samapi segitunya.. kau hanya buang-buang air mata untuk lelaki yang mungkin tak sepantasnya untuk mendampingimu nanti.. kita memang menertawakanmu, menertawakan kebodohanmu yang mengemis cinta seorang lelaki.. tapi kami juga sedikitnya mengerti tentang apa yang sedang kau rasakan.. kami tau betul bagaimana hubungan kalian setiap harinya.. selalu berdua, kemana-mana bersama.. sudah seperi semut yang ngintilin gula kemana-mana.. tapi kau juga harus tau, bahwa hidup harus berlanjut.. bahwa laki-laki masih banyak.. dan dia mungkin bukan yang terbaik untukmu.. anggap saja Tuhan memberi taumu tentang dia saat ini agar kam tidak salah nantinya.. agar sesal tak datang di kemudian hari.." mereka menangkanku
"jika aku boleh tau, kenapa hubungan kalian bisa berakhir? dan kenapa kau menangisi ini semua sampai tersedu-sedu tanpa bisa berkata apapun?" lanjutnya
"akupun tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.. apa yang salah diantara kita sehingga hubungan ini berakhir.. dia mungkin melakukan kesalahan yang membuatku kecewa.. dia sudah menghianati kepercayaanku.. bukan soal wanita, tapi tentang hal lainnya.. aku belum bisa menerimanya lalu aku marah dan aku biarkan dia.. mungkin dia sudah jengkel karena aku tak pernah mau bertemu dengannya dan tidak pernah mau bicara dengannya.. tapi itu karena aku ingin mencoba untuk bisa menerima dan mencoba untuk melupakan apa yang dia lakukan.. saat dia mulai lelah untuk menungguku mau berbicara lagi dengannya, ternyata dia mulai menemukan kenyamanan baru dan pelan-pelan melupakanku hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya.. aku juga tidak tau apa alsan yang sebenarnya hingga hubungan ini bisa berakhir seperti ini.. aku sudah bersamanya sejak lama.. apapun tentang masa lalunya yang pernah dia ceritakan, aku tak pernah mempermasalahkannya.. aku mencoba menerima semua masa lalunya.. karena itu adalah masa lalunya yang siapapun tak kan pernah bisa merubahnya.. aku berfikir sudah tak penting tentang masa lalu, yang akan kita hadapi adalah masa kini dan yang akan datang.. tapi rupanya dia menghianatiku..." aku bercerita sembari terus meneteskan air mata..
aku melanjutkan lagi..
saat aku mulai mau mencoba menerima apa yang telah dia lakukan, tiba-tiba dia malah ingin mengakhirinya.. aku mencoba memohon untuk tidak sampai mengakhiri semuanya.. semua bisa dibicarakan lagi.. dan saat itu aku seperti orang gila yang tidak punya urat malu memohon mengemis untuk dia tidak mengambil keputusan itu.. dan saat ini aku berfikir bahwa aku terlihat benar-benar seperti orang bodoh yang mengemis meminta cinta dari seorang lelaki.. mungkin kedengarannya ini seperti hanya ada di film saja.. perempuan yang mengemis cinta lelaki.. mana ada seorang perempuan yang mau mengemis cintanya pada lelaki.. yang seharusnya berjuang atas cinta itu lelaki, tapi ini malah perempuan.. mungkin kalian berfikir cerita seperti itu hanya ada di sinetron, film, atau FTV saja.. tapi kenyataannya hal seperti itu terjadi, dan aku sendiri yang mengalaminya.. pada saat itu aku tidak berfikir malu atau apapun juga.. yang aku fikirkan adalah berusaha untuk mempertahankan hubungan yang cukup lama dilalui.. seperti anak kecil yang sedang makan permen lalu permennya diambil orang lain.. tanpa rasa malu, di halte pinggir jalan raya, tempat umum dan tengah malam, aku menangis meminta dan memohon agar hubungan ini bisa dipertahankan.. tapi semua itu tetap tak bisa.. aku menangis, aku putus asa dan aku tak tau harus seperti apa.." jelasku lanjut
"kamu memang bodoh.. teramat bodoh menagisi lelaki yang sudah membuatmu kecewa..teramat bodoh mengemis cinta seorang laki-laki hingga menangis di tempat umum.. dan mungkin sebenarnya tanpa kamu sadari dia melihat harga dirimu jatuh dan terlihat kosong saat itu.. mungkin saat itu dia menertawakanmu yang sedang mengemis cinta dan sekaligus senang membanggakan dirinya karena ada seorang wanita yang mengemis cinta sampai segitunya.. jika kamu menangis seperti itu sampai kamu mengemis cinta darinya, dia tak kan pernah menganggapmu lagi.. karena dia tau ada seorang wanita yang teramat mencintainya, dan dia tak kan pernah takut kehilanganmu.. dia ignin bersenang-senang di luar sana.. mencari kesenangan untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaanmu.. setelah dia tau kamu sngat mencintainya da tidak bisa untuk kehilangannya, dia akan tenang untuk terbang hinggap dimanapun yang dia mau.. setelah dia puas terbang bebas menikmati hidupnya dan dia sudah merasa lelah, dia pasti akan kembali dan menacrimu.. karena dia tau bahwa mencarimu tidaklah susah.. bahwa mendapatkanmu tidaklah berat.. karena dia juga tau bahwa kamu teramat sangat mencintainya dn tidak bisa jauh darinya.." jawab temanku menjelaskan
"ya, aku tau itu.. akupun berfikir seperti itu.. mungkin saat itu aku sedang dibodohi rasa cinta.. api setelah aku berfikir memang aku terlihat seperti orang bodoh, dan memang seharusnya aku tak seperti itu.. tapi bagaimana? itu sudah terjadi.. dan aku tidak bisa merubah itu.. aku sadar bahwa yang aku lakukan adalah salah.. saat ini akupun berfikir bahwa yang aku lakukan terlihat sangat sangat sangat bodoh dan teramat sangat memalukan.. aku menyadari semua itu, tapi akupun tak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa aku menyayanginya, mencintainya dan ingin sellau bersamanya.. bahkan aku sudah bermimpi untuk bisa hidup bersamanya menghabiskan sisa waktuku bersamanya dan merencanakan segalanya untuk masa depan.. tapi lagi-lagi aku harus berfikir mungkin dia bukan yang terbaik untukku.. aku bisa berfkir seperti itu, aku menyadari hal itu.. tapi walaupun begitu, aku masih tetap belum bisa melupakannya, bahkan untuk apa yang telah dia lakukanpun aku tak pernah bisa untuk marah apalagi membencinya.. dia memang mengecewakanku, tapi aku hany diam dan tak mau berbicara dengannya karena aku memang tak bisa marah terhadapnya.." jelasku lagi meluapkan semua yang aku rasakan..
"sudahlah, apapun yang kita katakan terhadapmu, apapun nasihat yang kita berikan kepadamu, tak kan pernah bisa kamu serap dan terima.. karena fikiran dan hatimu sudah dipenuhi olehnya.. jadi untuk semua ini, hanya kamu sendiri yang bisa berusaha bangkit.. tak bisa orang lain membantumu.. karena tak pernah ada celah untuk orang lain bisa masuk dan membantumu.. padahal kamu tau itu.."
aku menatapnya hampa sambil mendengarkan apa yang dia katakan tanpa bisa masuk ke dalam fikranku..
aku berfikir sendiri mernungkan apa yang sudah terjadi.. apa yang harus aku lakukan.. tetap menunggu dan yakin bahwa dia akan kembali atau aku melanjutkan hidupku tanpa berfikir dia akan kembali lagi.. jujur aku sendiri tak belum bisa melupakannya, menghapus dia dari ingatanku sebagai orang yang terindah dalam hidupku.. yang menemani setiap hari-hariku.. yang bahkan kita sempat berdebat tentang masa depan kita.. tentang berapa banyak anak yang akan kita punya, dimana kita akan tinggal, kerja apa kita, seperti apa rumah kita, dan rencana-rencana lainnya yang seperti kita akan menikah besok.. tapi semua itu hanya tinggal rencana dan sebatas rencana.. semua telah pupus.. karena aku, mungkin, bukan karena dia.. karena untuk sebelumnya aku menyadari bahwa dalam hubungan selama ini aku terkesan operprotektif terhadapnya sehingga dia mungkin merasa jenuh, bosan, dan kesal.. sehingga pada akhirnya dia mengakhiri segalanya.. mungkin dia menemukan jalan untuk mengakhiri hubungan ini.. dengan aku yang tidak mau bertemu dan berbicara lagi dengannya karena kesalahan yang dia lakukan, sehingga semua itu digunakannya sebagai alasan untuk mengakhiri semuanya.. sekeras apapun aku meminta, aku memohon, dan aku mengemis cintanya, dia tak pernah mau lagi kembali bersama denganku.. entah apapun itu alsannya..
AKU, KAMU, dan KITA.. kini benar-benar BERAKHIR.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
@s.mentari