kapan kau akan benar-benar pergi dariku?
aku mulai enggan merasakan hal itu
aku tersiksa dengan perasaan itu
aku memang senang
tapi jangan sapa aku dengan siksaan...
ketika aku sudah mulai mau berjalan dan bangkit lagi dari keterpurukan, tiba-tiba kau berhembus menyapa begitu saja.. sehingga aku yang sudah mulai berdiri, terjatuh lagi dan harus berusaha untuk bangkit lagi.. sudah aku bunuh semua rasa yang menyiksaku.. mulai dari kebahagiaan yang pernah hadir ataupun kekecewaan yang menghampiri..
ntah ini berbagi atau bertanya?
ketika kita sangat dan teramat menyayangi seseorang, apapun yang kita lakukan hanya untuk dia bisa bahagia dan tersenyum.. apapun yang dia perbuat baik atau pun buruk kita selalu terima.. ya, kita marah.. tapi hanya sekejap.. setelah itu kita tidak bisa berlama-lama untuk marah apalagi harus jauh darinya..
kalian pernah merasakan hal itu?
ketika suatu saat hal yang mungkin benar-benar sangat sangat sangat dan sangat mengecewakan terjadi, inginnya kalian tidak marah dan bisa memafkannya dengan harapan untuk tidak mengulanginya lagi.. hati memang berkata begitu, tapi hati juga merasakan perih, pedih, sakit, terluka, dan kecewa sehingga menimbulkan bibir untuk berkata bahwa 'aku membencimu dan kamu sudah teramat melukaiku'.. juga membuat pikiran ini terdoktrin untuk jangan menyapanya, jangan menemuinnya, jangan mau memafkannya, dan harus melupakannya.. sementara hati ini masiih memiliki rasa sayang yang masih sangat mendalam..
kalian pernah merasakan hal itu?
ketika yang kita katakan, yang kita lakukan, dan kita putuskan membuat semua bahagia berubah menjadi derita.. kita pun menyesali apa yang kita perbuat sekaligus bahagia mengetahui apa yang ditutupi selama ini.. sesal datang karena kita sedih sudah tidak bisa melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilewati bersama.. bahagia karena telah ditunjukkan bahwa dia bukanlah yang terbaik.. tapi selalu ada perasaan dimana kita selalu berharap agar dia bisa kembali dan kita bisa bersama lagi tanpa adanya kesalahan yang terulang seperti di masa lalu dan mencoba melupakan semuanya, atau setidaknya bisa memafkan semua kesalahan masa lalu..
kalian pernah merasakan hal itu?
tapi ternyata semua tidak bisa seperti yang kita mau.. rindu dan masa lalu itu sesekali mengunjungi.. haruskah bahagia? sedih? ataukah marah? haruskah kita menjawab rindu itu yang kita sendiri tak pernah tau untuk apa dia menyapa? untuk mengukir kebahagaiaan yang sempat pupus? membuka luka lama yang sebenarnya masih basah? ataukah menorehkan lagi kesalahan yang sama bahkan lebih buruk sehingga amarah kita menjadi memuncak dan sampai kita benar-benar membenci sosoknya, sampai kita tak mau melihatnya, sampai kita menganggapnya bahwa dia sudah mati atau bahkan mungkin menganggap bahwa dia memang sebenarnya tak pernah ada dalam hidup kita atau bahkan tak pernah hidup di dunia ini?
kalian pernah merasakan hal itu?
aku menjawab rindu itu tanpa aku memberikan hati dan perasaanku lagi.. hanya sebatas menjawab sapaan.. inginku tak berurusan lagi dengan masa lalu.. walau kita tau, semua tak ada yang tau kedepannya seperti apa.. kita hanya bisa menginginkan kebahagiaan tanpa masa lalu menghampiri dengan kekecewaan.. salahkan kita menjawabnya? ketika sapaannya kita amini dan dia mulai berpikir bahwa kita menerima sapaannya dengan hati? kita tidak tahu apakah dia hanya sebatas menyapa ataukah kita yang berpura-pura tanpa hati padahal perasaan yang tibul adalah kebalikannya..
kalian pernah merasakan hal itu?
setelah sekian lama hal itu terjadi dan kita mulai bisa bangkit dan berjalan, menguatkan kaki untuk melangkah, sesekali ridu dan masa lalu itu menyapa kembali.. namun tanpa hembusan yang bisa membuat kita terjatuh lagi.. kali ini kaki kita kuat.. kali ini kita masih tetap bisa berdiri dan berjalan.. tinggal kita bisa berlari sejauh mungkin dari masa lalu.. bukan untuk dilupakan, namun setidaknya agar mereka tidak menyapa kita kembali.. karena masa lalu kita tak kan pernah ada yang bisa terlupakan.. karena kita sendiri yang mengalaminya.. masa lalu itu tak kan pernah hilang, karena semua telah terekam dalam film kehidupan.. memory yang tak akan pernah bisa dihapus oleh apapun..
kalian pernah merasakan hal itu?
setelah lama, kita bisa mulai berlari.. sedikit demi sedikit mulai menjauh dari masa lalu.. namun lagi-lagi dimanapun kita berada, sejauh mana kita berlari, tetap saja rindu dan masa lalu itu selalu menyapa.. sudah bahagia kita bisa berlari menjauh, tapi ketika sudah benar-benar jauh dan hampir saja menemukan tempat peristirahatan yang nyaman yang mungkin saja bisa untuk ditinggali, lagi-lagi rindu dan masa lalu itu menyapa dan menghembusakan kaki ini menjadi hampir terjatuh lagi.. apa kita harus luluh? apa kita harus menyerah dengan rindu dan masa lalu yang terus menyapa? kaki ini mulai goyah lagi.. masih kuat untuk berdiri dan berjalan, namun rasanya lemah untuk berlari.. apalagi harus berlari kencang menjauh dari masa lalu.. sulit rasanya ketika hembusannya kali ini benar-benar kencang.. sekuat apapun kaki kita menahan hembusan itu, jika hati kita sudah mulai tersentuh, maka bukanlah hembusan itu lagi yang melemahkan kaki kita.. bahkan mungkin kaki kita akan benar-benar lumpuh karena hati kita sendiri, bukan karena hembusan dari rindu ataupun masa lalu..
kalian pernah merasakan hal itu?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
@s.mentari