saat aku membuka salah satu lemari di kamarku, tak sengaja aku menemukan serpihan-serpihan masa lalu yang masih tersimpan.. padahal sudah sejak lama aku ingin membuangnya.. bukan untuk melupakan, tapi setidaknya menghapus bayangan masa lalu agar aku mempunyai keyakinan dan memantapkan hatiku untuk masa depan.. aku buka dan aku keluarkan serpihan itu dari dalam lemari.. aku temukan beberapa lembar foto yang sudah pernah aku sobek-sobek.. aku berfikir, rasanya jahat sekali kalau aku sampai merobek foto-foto itu dan membuangnya begitu saja.. padahal, pada jamnnnya merekalah yang telah mengisi hari-hariku, yang pernah ada di hidupku, dan selalu menemaniku..
aku mencoba keluar kamar untuk mencari solatip dan gunting.. aku coba satukan potongan-ptongan foto itu.. bukan aku ingin mengenangnya lagi, tapi tak etis saja jika mereka aku buang begitu saja.. aku ingin merapihkannya dan aku berikan saja pada pemilik hatiku yang dulu.. ya, mereka.. setelah aku kasih ke mereka, itu terserah mereka mau diapakan serpihan-serpihan itu.. yang jelas aku tak ingin membuangnya.. walaupun sekarang aku tak lagi bersama mereka, tak seperti dulu, tapi setidaknya mereka sudah pernah memberikan cerita baru dalam hidupku.. sudah masuk dalam sejarah hidupku..
satu yang gak ada, status pertamaku.. hahaha soalnya yang pertama memang hanya karena penasaran ingin berstatus seperti yang lain.. dan itu memang hanya benar-benar status.. tanpa menyapa, tanpa bertemu, tanpa pernah ngobrol, tanpa pernah jalan.. hanya sebatas status kalau aku memang tidak sendiri.. semua hanya bertahan 4 bulan saja.. ah dasar, masih bocah ingusan.. anak SMP sama-sama kelas VIII.. hhhaha
status kedua ku, ntahlah aku tak mengerti.. pertamanya kita pura-pura tak saling kenal di telpon dan sms.. kemudian kita berkomitmen tanpa pernah bertemu.. dan lama-lama kita saling jujur satu sama lain.. tapi tak menjadikan hubungan kita berakhir.. malah kita semakin dekat.. tapi tak jauh seperti yang pertama.. hanya saja aku dengan yang ini suka bertemu, kadang ngobrol, tapi tak pernah jalan.. dia ganteng, dia baik, dia asik.. tapi semua hanya bertahan 26 hari.. hanya seumur jagung, jagung juga belum mateng siap panen hahahaha.. aku juga kurang paham kenapa bisa berakhir.. dan saat itu aku merasa benar-benar sedih, merasa kehilangan.. dan taukah bahwa aku mendapatkan 'berondong'.. ya, umurnya di bawah aku.. terpaut usia 2 tahun tapi sekolah hanya beda 1 tingkat.. aku kelas IX dan dia kelas VIII.. dan dia mengakhiri hubungan ini H-1 aku ujian sekolah.. oooohhh, terpuruknya aku.. huh, kenapa malah kepincut berondong seperti kamu sih Odas?
untuk yang ketiga, alasannya seperti yang pertama.. penasaran.. cuma bedanya kali ini penasaran karena dengan orang yang umurnya di atas aku.. yang pertama seumuran, yang kedua aku mendapatkan berondong dan kali ini aku mendapatkan yang usianya di atas aku.. saat itu aku kelas X dan dia lulus SMA.. sering ngobrol, biasa ketemu, tapi tak ernah jalan.. dan kita hanya bertahan selama 29 hari.. lagi-lagi seumur jagung.. dan aku tidak tau pasti dia orangnya seperti apa.. hanya saja dia seperti kakak ku, bukan sebgai teman dekatku..
untuk yang ketiga aku bisa bertahan selama 18 bulan.. kita seumuan dan kita sedang duduk di bangku kelas XI.. ya, cukup lama sekali dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya.. kali ini banyak cerita yang bertambah dalam hidupku.. sering ngobrol, sering ketemu, sesekali jalan.. aku akui dia baik, perhatian, pengertian, selalu mau mengalah, setia, asik.. saking baiknya dan tak pernah sama sekali marah, aku pernah merasa bosan.. penyesalan yang pernah aku lakukan karena aku dekat dengan orang lain.. walaupun hanya dekat tanpa ada status, tapi aku benar-benar merasa bersalah.. jahatnya dan bodohnya aku mengecewakannya.. melukai hatinya yang jelas-jelas selalu dia jaga untukku.. tak tau apa yang aku lakukan sehingga aku membuat keputusan untuk menjauh dan mengakhiri semuanya.. padahal aku yang salah, tapi dia tak pernah marah, tak pernah menyalahkanku.. dan malah aku yang minta untuk menjauh dan mengakhiri semuanya.. sudah aku kecewakan, sudah au sakiti, tapi dia tetap mau berbicara denganku, tetap mau menyapaku, dan tak pernah marah.. aku sadar aku telah salah, aku telah melukainya, mengecewakannya.. keputusan yang aku ambil saat kita akan mendekati UN SMA.. maafkan aku mengecewakanmu aa boldun..
sebelum melanjutkan yang berikutnya, aku pernah dekat dengan salah satu teman SMA ku saat aku duduk di bangku kelas XII.. aku berstatus dengan yang lain, dan dia pun begitu.. kami sudah punya cerita masing-masing.. tapi ntah kenapa kita asik jika bersama sehingga kita membuat cerita lain tentang kita.. tanpa pasangan kita.. hanya beberapa bulan saja sampai aku lulus SMA.. semakin kesini aku berfikir bahwa ini salah.. aku yang sudah mengakhiri hubunganku, sementara dia yang masih dengan pasangannya tapi kita tetap dekat, aku berfikir bahwa ini adalah hal yang salah.. aku berfikir bahwa ini akan menyakiti hati orang lain.. lebih tepatnya pasangan dia.. mata kodok yang pernah mengukir cerita baru dalam hidupku walaupun tanpa ada status yang jelas, tapi aku cukup senang dengan itu..
dan untuk yang terakhir, saat aku memasuki bangku kuliah.. 1 bulan aku mencicipi bangku kuliah, aku menemukan pasangan baru.. tak pernah aku lupa dan tak pernah aku bisa lupa kalau dia sosok yang baik, asik, menyenangkan, perhatian, pengertian, penyayang, selalu mau ngalah, tanggungjawab, cekatan, dan apalagi yang lainnya tak bisa aku sebutkan.. aku menyayanginya.. sangat menyayanginya.. bukan hanya sekedar bertemu dan mengobrol, tapi setiap hari aku lalui bersamanya.. karena kita satu angkatan, satu kampus, satu fakultas, satu jurusan, satu kelas, dan ditambah lagi ikut organisasi yang sama.. bagaimana tidak kita selalu bertemu setiap hari? semuanya kita sama.. hanya malam yang memisahkan jarak kita.. ntah apalagi yang harus aku ceritakan tentangnya.. terlalu banyak cerita yang kita ukir.. tertawa bareng, bahagia bareng, nangis bareng, sedih bareng, gila-gilaan bareng, susah bareng, udah macem-macem cerita yang pernah kita ukir baersama.. cukup lama juga dibanding dengan yang sebelum-sebelumnya.. kita bertahan selama 907 hari.. opeh yang sangat aku sayangi dan cintai.. benar-benar tak ingin aku kehilangannya.. tapi ternyata, memang takdir kita bukan untuk bersama selamanya, mungkin memang aku atau kamu bukan yang terbaik.. hingga akhirnya pada waktunya tiba kita harus mengakhiri semuanya.. alasannya? akupun kurang paham sampai saat ini.. yang jelas kita sudah mempunyai jalan masing-masing.. dia bahagia dengan pasangan barunya, dengan hidupnnya yang sekarang, dan aku juga bahagia dengan hidupku yang sekarang..
lalu sekarang, apa aku sendiri atau mulai berkomitmen dengan yang lain?
aku tak berstatus apa-apa dengan yang lain, aku tak berkomitmen dengan siapapun, tapi aku tidak sendiri.. ada seseorang yang usianya di atas aku.. terpaut 4 tahun dengannya.. dia baik? ya.. dia perhatian, pengertian, asik, dewasa, selalu jadi pria penyabarku sekarang ini.. tak ada banyak kata yang bisa aku sebutkan untuk dia.. mungkin terlalu banyak.. dia bisa jadi temanku, kakak ku, yang aku tuakan, menjadi dewa penolongku, dan kadang dia pun menjadi monster yang baik.. menasehatiku saat aku salah, membangkitkanku saat aku terpuruk, ada saat aku butuh, memanjakanku seperti bocah kecil, dan berbagi untuk hal-hal yang baik.. ntahlah untuk mebicarakannya aku bingung harus seperti apa.. padahal hatinya aku gantung sampai saat ini.. tapi dia selalu saja perhatian dan terus peduli.. sudah 18 bulan aku mulai dekat dengannya dan baru 466 hari ini aku benar-benar dekat dengannya.. aku sudah bisa merasakan kalau dia benar-benar menyayangiku.. dan akupun seperti itu.. tapi ntah kenapa sampai detik ini aku tak pernah mau memberikan status yang jelas dan tak pernah mau berkomitmen dengannya.. bukan karena aku tak menyayanginya, tapi ntah lah aku juga tidak tau alasan yang sebenarnya.. maafkan aku cami, yang tak pernah mau memperjelas status kita.. tapi aku tau kamu menyayangiku, teramat menyayangiku.. dan perlu kamu tau juga kalau aku merasakan hal yang sama sepertimu..
untuk kenangan-kenangan yang aku lewati bersama cami, masih kusimpan terpisah.. karena dia bukan serpihan masa laluku.. dia adalah masa kini dimana aku sedang menginjakkan kaki ku di bumi, masih bernafas menghirup udara saat ini dan masih berada bersama bareng cami.. dia adalah masa kini ku yang berharap bisa berlanjut untuk masa depanku.. tapi aku sendiri tidak tau.. apakah cerita indahku masa kini bisa aku bawa sampai masa depan? tentunya bersama cami..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
@s.mentari