Rabu, 30 Desember 2015

karena semua tak pernah ada yang tau

jodoh memang sudah ada yang mengatur dan sudah digariskan pula pada takdir setiap manusia.. tapi apa jodoh itu bisa berubah? mungkin bukan berubah, tapi memang kita tidak pernah ada yang tau jodoh kita siapa.. jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa jodoh bisa berubah..

lain dengan rezeki yang bisa berubah asalkan manusia itu mau berusaha untuk dirinya sendiri.. tapi apakah itu juga memang sebenarnya sudah digariskan? jadi apakah takdir pada setiap manusia itu bisa berubah dengan usahanya ataukah memang takdir sudah menggariskannya seperti itu?

bukan ingin menolak pada takdir, bukan tidak setuju pada takdir, bukan ingin menyalahkan takdir.. tapi keinginan yang kita miliki kadang tak sejalan dengan apa yang sebenarnya terjadi dan tidak sesuai dengan takdir yang telah digariskan..

inginnya itu selalu terwujudnya semua yang kita inginkan dan kita harapkan.. mungkin bukan tidak sesuai dengan yang diinginkan, tapi mungkin kita yang kurang ikhlas menerima semua kenyataan yang sebenarnya terjadi.. kalau kita bisa ikhlas menerima semua yang terjadi mungkin semua tak akan terasa berbeda dengan apa yang kita inginkan dan kita harapkan..

aku selalu berdoa dan berusaha agar apa yang aku harapkan bisa terwujud.. tapi jika semua yang kuharapkan tak terwujud, bukan karena aku tidak berusaha.. tapi mungkin takdir yang telah digariskan bukan seperti itu.. mungkin itu bukan yang terbaik untukku.. karena semua yang kita dapatkan adalah sesuai dengan apa yang kita lakukan dan berikan.. sudah menjadi yang terbaik yang kita dapatkan..

kita tidak akan mendapatkan apa yang bukan seharusnya untuk kita.. kita juga tidak akan mendapatkan apa yang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita perjuangkan.. semua sudah ada porsinya masing-masing, semua sudah ada jalannya masing-masing, dan semua sudah ada takdir yang digariskan untuk kita semua..

Jumat, 11 Desember 2015

HiVi - Siapkah Kau 'Tuk Jatuh Cinta Lagi



Ketika Ku mendengar bahwa
Kini kau tak lagi dengannya
Dalam benakku timbul tanya

Masihkah ada dia, di hatimu bertahta?
Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu

Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda diantara kita

Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya kar'na
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada dihidupku..

Kini ku tak lagi dengannya,
Sudah tak ada lagi rasa antara aku dengan dia

Siapkah kau bertahta, di hatiku adinda
Karna ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku

Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda diantara kita

Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya kar'na
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada dihidupku..

Pikirlah saja dulu
Hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku
Melangkah menuju hatimu

Pikirlah saja dulu
Hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku
Melangkah menuju hatimu

Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita

Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya kar'na
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada..

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda diantara kita

Dan tak mungkin kumelewatkanmu hanya kar'na
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada dihidupku

Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia

Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia

Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia

Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?

Kamis, 10 Desember 2015

selalu tentang itu

kenapa semua harus bermasalah dengan status dan materi? apa semua kebahagiaan diukur dengan itu? materi memang penting, tapi bukankah semua bisa dicari?

orang kaya pun bisa bangkrut, bisa korupsi dan dipenjara, bisa sengsara dan menderita.. begitupun yang sederhana bisa menjadi kaya, bahagia dan sejahtera..

roda itu terus berputar.. tidak selalu yang di atas menjadi no 1 dan yang di bawah selalu tersisih.. ada kalanya suatu saat nanti yang di bawah akan memanjat naik ke atas dan sampai di puncak.. juga yang di atas tidak menutup kemungkinan untuk terpeleset dan jatuh ke bawah..

padahal bukan mereka yang ngejalanin, bukan mereka yang ngerasain.. tapi kenapa harus ada aturan ini itu yang tidak sesuai dengan hati.. salah bila hati ini menyimpan seseorang yang membuat kita nyaman? salah bila hati ini merasakan kasih sayang dari seseorang yang tulus?

mungkin dia kalah dalam materi, tapi kita bisa berjuang sama-sama.. karena ada yang bilang "berjalan bersama lebih indah daripada kita menunggu di tempat tujuan"..

cukup dan mungkin sangat mengerti dengan alasan yang diberikan untuk kebahagiaan kita dan ingin memberikan yang terbaik untuk kita.. tapi mau dikatakan apalagi jika memang jodoh yang telah disiapkan_Nya adalah dia.. menolak pun tak akan pernah bisa..

mungkin saat ini harta yang dimilikinya tak seberapa.. tapi jika memang dia jodoh yang sudah ditakdirkan untuk kita, dengan apa yang dia punya saat ini, dan mungkin dia akan bangkit memanjat ke atas saat bersama dengan kita, mau bagaimana? mungkin dengan kita waktunya dia berjaya..

mungkin kebahagiaan tentang materi lebih yang telah digariskan_Nya untuk kita bukan saat ini, mungkin akan ada hari lain dimana semua akan berbalik dan kita berada di puncak.. bukan hal yang tidak mungkin kan kalau kita mau berusaha..

bukan satu atau dua orang yang telah membuktikannya.. banyak orang yang berada di atas dan ternyata dulunya dia berada sangat jauh di bawah.. mungkin karena dengan perjuangannya, kerja kerasnya, dan mungkin memang sudah takdir yang telah digariskan untuknya seperti itu.. agar dia merasakan bagaimana berjalan di atas kerikil, panasnya matahari, dinginnya malam, dan lelahnya bekerja.. tapi semua terbayar dengan tekadnya.. hingga waktunya tiba, dia mencapai puncaknya..

mungkin juga sama untuk dia yang saat ini sedang bersemayam dalam hati.. mungkin bukan saat ini waktu yang tepat untuknya.. mungkin akan ada "suatu saat nanti" yang memang entah kapan itu.. namun semoga secepatnya semua bisa terjadi..

kapan mereka bisa merasakan seperti aku? atau apakah aku bisa seperti mereka?

Selasa, 08 Desember 2015

cantiknya permainanmu

seperti apa yang pernah dikatakan sebelumnya.. tentang sahabat dan persahabatan..

terlalu banyak alasan yang kau lontarkan untuk menyembunyikan sesuatu.. mungkin aku memang tidak tau, tapi aku bisa sedikit mengerti tentang semua alasan yang kau lontarkan arahnya kemana.. jangan terlalu memberikan banyak alasan, karena alasan yang satu bisa untuk menutupi alasan kedua, tapi untuk selanjutnya akan semakin banyak alsan yang harus kau siapkan..

kau mungkin menyimpan segudang persediaan alasan, namun kenyataan yang terjadi lebih dari itu.. alasan yang kau siapkan pasti akan menjadi sedikit dan hanya sepersekiannya saja dibanding dengan alasan yang harus kau tutupi dengan alasan..

kau mungkin bisa berkata ya atau tidak, tapi hatimu tidak bisa berbohong jika ternyata bukan ya dan tidak, tapi tidak dan ya untuk pertanyaan yang aku lontarkan..

janganlah kau memberikan hujan dengan alasan untuk meberikan kesejahteraan pada para petani dan peternak namun ternyata tujuan hujan yamg kau turunkan tidak lebih hanya satu alasan, untuk memberikan bencana dan membuat banjir di mana-mana..

jangan memberikan alasan hanya sekedar untuk membuat senang, tapi berilah alasan yang benar-benar ingin membuat mereka senang..

bukan bahagia yang kurasa, dengan alasan yang kau berikan malah membuat luka.. aku memang tidak tau, aku tidak bisa membaca isi fikiranmu dan tidak bisa merasakan apa yang ada dalam hatimu.. tapi setidaknya aku tau dan bisa mebaca kemana arah tujuanmu..

bukan hanya kali ini kau memberikan alasan yang sedikit membuat tanya dalam benakku.. mungkin jika hanya satu kali, aku tak kan berfikir dua kali untuk memnyimpulkan apa maksud dan tujuanmu.. tapi karena ini lebih dari satu dan dua kali, tidak salah juga kan jika semua membuatku menjadi berfikir kembali.. mengulang kembali tentang alasan-alasan yang pernah kau berikan..

aku memang tak sehebat kamu, aku tak sehebat dia, dan aku mungkin tak sehebat mereka.. tapi aku tau tentang apa yang terjadi melalui sikap yang kamu perlihatkan.. mungkin kau menutupi semuanya, terlihat baik-baik saja dan tidak ada apa-apa.. tapi apa yang kau perlihatkan bukan menunjukkan tentang semua itu..

jangan katakan tidak jika ternyata hatimu mengatakan iya.. jangan katakan iya jika ternyata hatimu berkata tidak.. karena bukan hanya aku dan kamu yang merasakan perihnya luka, tapi juga dia yang dan mereka yang tidak tau apa-apa..

kau bermain sangat cantik sehingga kau bisa menutupi semuanya.. terlalu indah permainanmu.. tapi sayang, itu tidak berlaku untukku.. aku bisa melihat semua perbedaannya.. kau bukan hanya sekedar teman atau sahabat yang melintas di sebrang jalan, tapi kau juga singgah dan menepi sehingga tidak terlalu sulit untukku membaca semua yang kau tulis dalam dirimu lalu kau sembunyikan..

"per" itu tidak seperti ini.. "per" itu saling.. bukan hanya saling membatu jika perlu, tapi juga saling berbagi kebahagiaan.. bukan untuk bahagia diatas penderitaan yang lain.. bukan untuk bersedih dan terluka melihat kebahagiaan yang lainnya.. tapi kita semua merasakan apa yang kau, dia, mereka dan kita semua rasakan..

karena terlalu banyaknya alasan yang kau berikan sehingga alasan yang pernah kau lontarkan kau ulang kembali.. karena alasan yang kau berikan berbeda dengan alasan sebelumnya dan karena kau lupa dengan alasan yang akan dan yang sudah kau berikan..

aku tidak punya alasan untuk marah terhadapmu.. aku tidak punya alasan untuk membencimu.. aku juga tidak punya alasan untuk mengatakan tentangmu dalam apa yang ada dalam fikiranku.. karena mungkin salah satu alasan yang sebenarnya juga ada dalam diriku.. alasan yang sebenarnya ada karena aku.. dan mungkin alasan yang seharusnya timbul dari dalam diriku..

Kamis, 03 Desember 2015

kalau "tanpa" kalau

lelah ini menghamipiri saat raga mulai menemukan titik jenuhnya.. hidup dan tinggal di kota orang sangat sulit.. bekerja keras untuk tetap berjuang dalam hidup.. terlalu banyak resiko yang mungkin dihadapi.. ntah itu fisik maupun materi.. lelah raga ini selalu beraktifitas seharian tanpa henti.. hanya ada gelap yang membuat raga menemukan zona nyamannya.. saat terang, tak bisa untuk menemukannya..

suatu tuntunan dalam hidup yang harus dijalani.. lelah memang.. sangat lelah.. bukan hanya fisik, tapi hati dan fikiran..

tinggal di kota orang, numpang hidup di rumah orang, bekerja di kota orang dan jauh dari keluarga.. bingung rasanya harus membagi segala sesuatu.. bukan hanya sebatas materi, tapi hati dan fikiran juga.. hati yang lelah selalu bersabar pada apa yang terjadi, harus mengalah walaupun bukan yang kita inginkan.. fikiran, bagaimana caranya agar bisa betah tinggal di tempat orang, hidup di kota orang, bekerja dengan tanpa ada istirahat, dan jauh dari keluarga..

harus bisa nunjukin kalau kita baik-baik aja, kalau kita betah, kalau kita selalu semangat, kalau kita senang, kalau kita gak merasa terbebani, kalau kita merasa nyaman dan masih banyak lagi "kalau".. terlalu banyak "kalau" membuat hati ini merasa lelah.. entah sampai kapan kelelahan ini harus aku tahan..

tak pernah ada waktu untuk aku bisa menemukan zona nyamanku.. hanya pada gelap aku menyandarkan raga ini.. hanya akhir pekan yang membuatku bisa menghentikan rutinitasku, mungkin hanya sebatas rutinitas formal.. tapi tetap saja masih banyak hal yang harus aku lakukan di akhir pekan..

lalu kapan aku bisa me_refresh raga, hati dan fikiran ini?

mungkin setelah aku sudah kehilangan rasa lelahku.. bukan karena aku menemukan zona nyamanku, tapi terlebih karena aku mulai terbiasa dengan semua kelelahan yang aku rasakan, yang aku hadapi dan aku jalani..

merasa seperti orang bodoh yang terus mengeluh dalam keinginan diri yang menggebu setelah semua diperjuangkan dan mendapatkan kemenangan.. tapi setelah kemenangan itu didapat, malah merasa tersakiti dan tersiksa dengan keinginan yang pernah ada..

berharap untuk kembali seperti dulu, hidup, berjuang dan bisa menyambung hidup di kota tercinta.. atau mungkin bisa bertahan dan tetap kuat berjuang di kota orang.. tanpa harus mengeluh, tanpa harus merengek, tanpa harus pasrah, tanpa harus kecewa, tanpa harus tersiksa dan "tanpa" yang lain-lainnya..

Rabu, 02 Desember 2015

sulitnya berdamai


sulit jika hati harus berdamai dengan kenyataan.. seseorang yang hatinya sudah terlanjur terkunci akan sulit untuk menerima kenyataan di luar sana yang ternyata tidak sesuai dengan kata hatinya.. inginnya hanya membuang kunci hati tanpa keluar untuk melihat kenyataan yang sebenarnya..


jika saja diluar sana lebih indah daripada terpenjara dalam hati, lebih baik kabur menembus dinding bagaimanapun caranya.. tapi, tidak seperti itu kenyataannya.. ketika seseorang harus berdamai dengan hati yang tak sesuai dengan apa yang terjadi, bimbanglah dia.. memilih antara hati yang tersakiti atau lebih baik mati tak punya hati..

bukan bertindak seperti apa maunya tanpa memperdulikan hati yang lainnya.. tapi, apapun yang menjadi sebuah keputusan akan selalu ada hasilnya, akan selalu ada resikonya, dan yang lebih pasti akan ada hati yang tersakiti..

ingin rasanya kenyataan berdamai dengan hati, atau hati yang berdamai dengan kenyataan.. tapi sulit rasanya untuk saat ini.. seperti menancapkan pedang dalam dada ini jika harus berdamai dengan hati dan hidup dalam kenyataan.. seperti raga tanpa nyawa saat harus berdamai dengan kenyataan namun hati berkata lain..

seperti itukah mereka yang terbelenggu dalam kepura-puraan? tersenyum dibalik tangis luka yang dalam dan menangis dibalik kebahagiaan yang mereka rasakan..

bukan seperti itu yang diinginkan dan diharapkan.. inginnya hati bisa berdamai dengan kenyataan.. merasakan apa yang kenyataannya berpihak pada hati.. ingin tersenyum lebar karena merasakan bahagia serta menangis karena terharu dan bangga..

mungkin sulit untuk mereka yang merasakan perihnya terluka karena tidak adanya persamaan antara hati dan kenyataan.. hanya satu hati yang dimiliki dan itu pun harus dikorbankan demi seribu kenyataan yang sebenarnya tak mengapa jika mereka mengikuti hati itu..

waktu itu terus berjalan maju tanpa dia diberi kemampuan untuk mundur.. dan itulah perjuangan, yang harus seperti waktu terus maju ke depan tanpa harus mundur.. begitupun masa, yang akan melihat ke depan bukan akan memasuki masa lalu.. biarlah masa lalu hanya sebagai kenangan..

waktu itu sudah pasti akan selalu berjalan maju ke depan, tak kan pernah untuk mundur ke belakang.. maka percayalah dengan kehidupan di masa yang akan datang.. mulailah berdamai antara hati dan kenyataan.. karena perjuangan tanpa henti, tanpa adanya kemunduran, suatu saat nanti akan mencapai kemenangan.. antara hati dan kenyataan, pasti akan ada yang menang.. namun yang satunya lagi bukan menerima kekalahan.. tapi kemenangan bersama.. karena saat itu, hati dan kenyataan akan berdamai..

sama rata

yang sakit itu terkadang lebih banyak memiliki karya daripada yang sehat.. yang kekurangan terkadang lebih bisa menghargai segala sesuatu yang dia punya dan dia bisa daripada yang mempunyai lebih dan mendekati sempurna..


tapi mungkin bukan itu.. sebenarnya semua orang bisa.. tidak hanya mereka yang punya penyakit ataupun yang kekurangan.. hanya saja mereka yang lebih, sedikit pemalas dan kurang bisa menghargai..

terkadang yang sakit mempunyai kelebihan yang sangat bisa berkembang.. mungkin bukan karena yang sehat itu tidak bisa.. tapi yang sakit lebih bisa menghargai waktu dan segala yang dia punya dan dia bisa.. mereka berfikir untuk tidak mau merepotkan orang lain dan ingin bisa mandiri.. sehingga apa yang dia bisa akan dia perjuangkan dan dia kembangan lebih baik lagi.. mungkin mereka berfikir agar bisa lebih memanfaatkan waktu yang mereka punya.. ntah sampai kapan mereka akan bisa bertahan.. padahal, kematian tidak secepat itu pada orang yang sakit.. bisa saja mereka yang sehat yang dipanggil duluan..

tapi mereka yang sehat terkadang kurang berfikir sampai sejauh itu.. mereka yang sakit bisa lebih cepat berkembang karena mereka lebih bisa menghargai segala sesuatu dan orang lain terkadang sangat menyoroti mereka yang mempunyai penyakit namun memiliki kemampuan lebih.. sehingga untuk mereka yang sehat terkadang tenggelam oleh mereka yang sakit..

mereka orang-orang yang mempunyai penyakit biasanya lebih tegar dan menunjukkan bahwa mereka baik-baik saja.. selalu tersenyum dan banyak tertawa.. padahal mereka menyimpan sakit yang teramat dalam.. namun mereka tutupi dengan keceriaan dan karya-karya yang mereka suguhkan sehingga orang lain akan lebih fokus pada apa yang dia bisa..

namun, jangan pernah lupa juga untuk mereka orang-orang yang mempunyai kelebihan dengan kesehatan yang mereka miliki.. mereka juga sama ingin dihargai.. bukan untuk dikasihani orang-orang yang sakit.. tapi sejajarkan lah karya-karya mereka namun tetap dengan tanpa menelantarkan mereka yang sakit dan membiarkan penyakit yang dideritanya..