Kamis, 31 Maret 2016

kelinci dan marmut

cerita dari seorang pria yang hatinya sudah ia berikan kepada wanita yang dia sayangi.. perhatiannya, kasih sayangnya, dicurahkan untuk gadis itu.. keseriusannya untuk menjalani hubungan dengannya sudah cukup serius.. pendekatan pun sudah dilakukannya sejak lama dan memang mereka sudah benar-benar dekat.. tapi ketika keseriusannya ingin dia tingkatkan lagi ke arah yang benar-benar serius, terjadi penolakan dari pihak sang gadis.. ntah apa alasan yang sebenarnya sehingga dia tidak mendapatkan restu dari pihak gadis itu.. padahal mereka sudah lama dekat, saling mengenal dan bahkan saling menyayangi satu sama lain.. belum juga dia melangkah benar-benar ke depan, sudah mendapat penolakan terlebih dahulu.. alasan lebih jelasnya pun tak tau apa.. tapi secara kasat mata, bisa dikatakan dan bisa dilihat dari latar belakang mereka yang sedikit berbeda..

misalnya saja dalam pendidikan yang satu tingkat di bawah gadis itu.. pekerjaan yang mungkin bukan sebagai pejabat, pegawai kantoran atau pengusaha sukses.. bukan juga terlihat dari kalangan keluarga nigrat dan terlebih lagi dia yang menjadi tulang punggung keluarganya yang menghidupi tiga 2 orang adiknya dan ibunya.. pria ini bekerja keras untuk menghidupi keluarganya sendirian.. walaupun begitu, semangatnya tak pernah padam.. meskipun dia bukan seorang pengusaha besar, bukan seorang pejabat atau pegawai kantoran, tapi dia bisa memperjuangkan kelayakan hidup keluarganya..

apakah memang salah jika dia menyayangi gadis yang menjadi pilihannya itu? padahal kita tau sendiri bahwa hati tak bisa dipaksakan dan hati juga tak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, untuk siapa cinta ini diberikan.. mereka sudah saling menyayangi satu sama lain.. apakah sebuah ikatan harus didasari dengan status sosial atau ekonomi? apakah pria ini tidak pantas untuk mendapatkan gadis yang menjadi pilihannya? apakah gadis ini juga tidak berhak menentukan pilihannya sendiri? walaupun kita tau, bahwa setiap orang tua pasti menginginkan segala sesuatu yang terbaik untuk anaknya.. apalagi pasangan hidup yang bukan hanya untuk sehari dua hari saja.. dan kita tau juga bahwa orang tua lebih berpengalaman dalam hidup.. tau bagaimana asam manis kehidupan.. tapi jika memang hati kita sudah menetapkan pada satu pilihan, apakah kita harus menghapusnya begitu saja?

hati tak pernah bisa dipaksakan.. hatipun tak bisa menentukan.. sayang itu timbul dengan sendirinya..

pendidikan tak selalu menjamin pekerjaan yang layak pada setiap manusia.. banyak sarjana, master, dan lain sebagainya yang menjadi pengangguran.. tak sedikit orang yang hanya lulusan SD bisa menjadi jutawan.. banyak juga pengusaha-pengusaha yang sukses dalam bisnisnya dan tiba-tiba gulung tikar di tengah jalan, pegawai kantoran yang sudah memiliki posisi yang nyaman tapi diberhentiakn dengan satu alasan atau karena kesalahannya sendiri.. tak sedikit juga yang saat ini hanya sebagai karyawan biasa, tapi dengan kerja kerasnya dia mampu duduk di posisi teratas dan tak sedikit juga karyawan biasa yang mempunyai ide untuk membuat usaha sampingan dari pekerjaannya itu dan ternyata berhasil..

semua tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya nanti.. lalu kenapa dengan pria ini? kenapa dia mesti tak mendapat ijin dari pihak gadisnya.. belum tentu dengan menolaknya, gadisnya akan mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dari pria ini.. jadi apa yang harus dilakukan oleh pria ini? tetap memperjuangkan cintanya, atau mundur karena memang tak mendapatkan ijin dari pihak gadisnya?
lalu apa juga yang harus dilakukan gadis ini? apakah harus mengikuti hati nuraninya atau menuruti orang tuanya?

Senin, 15 Februari 2016

sudahlah !!

aku bisa merasakannya dan aku harus telan sendiri.. berpura-pura untuk tegar dan kuat dibalik senyum yang tersungging di bibir ini.. meski harus aku tutupi dengan segala keceriaan.. tapi bagaimana cara melewatinya jika aku sudah mulai benar-benar tak sanggup lagi? mengadu pada siapa selain ikhlas menerima semuanya.. tapi aku hanya wanita yang lemah yang bisanya hanya mengadu dan menangis.. tanpa bisa benar-benat tegar dan kuat.. semua yang aku jalani kini terasa cukup berat dengan hal yang baru.. mungkin ini terlihat mudah dan hal yang biasa.. tapi untukku ini sangat berat.. berat untuk ku jalani dan aku tak tau harus seperti apa.. bertahan sampai kapan.. dan bagaimana cara menjalani semuanya..

hidup itu memang seperti jalanan.. penuh liku, belokan, jalan bergelombang, jembatan di tepi jurang dan masih banyak lagi rintangan yang harus dilalui.. ntah aku bisa melewatinya atau tidak.. yang jelas saat ini aku sedang mencoba menikmati kehidupan ku yang ntah ini sebuah kebahagiaan atau kah ujian untuk melihat perjuanganku..

semua melihatku sebagai sosok wanita yang kuat, tegar, dan tak banyak mengeluh.. tapi taukah kalian apa yang kurasakan? jika aku tak bisa berkata untuk bercerita tentang semua yang kurasakan, aku hanya bisa menulis untuk mencurahkan seluruh keluh kesah yang menghimpit rasa ini.. tak apa semua mengganggapku seperti itu.. karena aku sendiripun tak mau membuat semuanya jadi kerepotan dengan segala urusanku.. cukup aku yang bisa membantu dengan tenagaku jika harta tak bisa aku berikan.. sudah cukup kalian tau bahwa aku baik-baik saja.. agar kalian tak mencemaskanku.. 

sekali saja ingin aku pergi ke puncak tertinggi, berteriak sekencang-kencangnya.. setidaknya mungkin bisa membuatku sedikit lega mengeluarkan beban yang ada di pundak ini.. mungkin itu bukan berati aku lepas dengan semua yang aku pikul, tak bisa menghilangkan semua masalah yang menumpuk dalam kepala ini, dan rasa yang terhimpit dalam dada.. namun itu bisa membuatku sedikit tenang mengeluarkan batu dalam hati..

semua tak mengerti dengan apayang aku rasakan, yang aku jalani, dan yang aku lalui.. semua nampaknya berfikir bahwa aku wanita tegar dan kuat yang so' tidak butuh bantuan orang lain.. padahal mereka salah.. mungkin aku yang paling membutuhkan bantuan orang lain.. mungkin aku yang paling banyak mengeluh.. mungkin aku yang paling cengeng.. mungkin aku yang paling lemah.. tapi semua tak peka untuk melihatnya karena hanya melihatku yang seolah-olah tampak selalu ceria.. bukan itu padahal..

sudahlah.. seperti apa yang aku bilang.. cukup kalian tahu bahwa aku baik-baik saja..

Kamis, 11 Februari 2016

dulu, kau kujadikan telingaku !!

aku mulai mengerti apa yang saat itu kau rasakan.. aku tahu bagaimana bingungnnya saat itu.. dengan rasa yang masih menggebu dan saat itu kau harus merelakannya pergi.. aku hanya tau dan mengerti, bukan merasakannya.. karena mungkin apa yang pernah kau alami kini aku alami.. mungkin benar bahwa dalam hidup pasti ada timbal baliknya.. apapun itu bentuknya..

kau harus merelakan dia yang dulu benar-benar kau inginkan dan harus kau biarkan pergi dengan orang yang setidaknya pernah kau jadikan telinga.. saat ini akupun mengalaminya.. bukan ditikam yang aku rasakan, tapi lebih ke "kenapa" harus dia? dia yang dulu sempat kujadikan telinga.. ya, telinga.. mungkin memang hanya sebatas menjadi telinga.. hanya sebatas menjadi pendengar, bukan untuk yang mengerti dengan keadaanku..

awalnya aku berfikir dan merasa biasa saja dengan semua itu, tapi setelah aku mengalaminya mungkin aku sedikit mengerti apa yang dirasakan.. tapi bedanya kau yang masih dengan rasa yang menggebu sedangkan aku yang ingin benar-benar membuangnya dan tak ingin dia kembali.. karena saat ini aku menemukan yang lebih baik sedangkan kau yang masih mengurutkan dia paling atas dalam hidupmu..

aku mempercayai bahwa timbal balik dalam hidup itu memang ada.. dan saat ini aku benar-benar lebih meyakini adanya hal itu.. dulu aku pernah merasakan perih yang teramat dalam.. dan ternyata dengan tidak sengaja aku mengamatinya sedang berada dalam keterpurukan.. mungkin itu bisa dijadikan timbal balik dari apa yang pernah dilakukannya terhadapku..

bukan karma.. tapi pembelajaran yang bisa kita ambil agar kita bisa lebih intropeksi diri.. menilai dengan tanpa melihat dari salah satu sisi.. karena di sisi lain ada diri kita yang pernah ada dalam hidupnya.. belajar untuk bisa lebih menghargai hidup dan bisa menerima semua yang kita terima..

cermin dan alasan

hidup itu diibaratkan cermin dan hidup itu adalah sebuah alasan.. kenapa?
oke, penjelasannya adalah....

seseorang hidup tidak lepas dari yang namanya timbal balik.. apapun itu jenisnya, apapun itu bentuknya, apapun itu namanya.. cermin selalu memperlihatkan apa yang yang dilihatnya.. apapun yang dilakukan dan diperbuat, cermin pasti mengikutinya.. segalanya dia ikuti.. begitupun hidup.. segala sesuatu yang kita lakukan, kita kerjakan, kita berikan, terhadap orang lain, semuanya akan sama seperti yang nantionya akan kita terima dari mereka.. jika kita berbuat baik terhadap orang lain, kita pun akan menerima perlakuan baik dari orang lain.. jika kita berbuat buruk terhadap orang lain, jangan berharap orang lain akan berbuat baik kepada kita.. jadi segala sesuatu yang pernah kita berikan terhadap orang lain akan kita terima tidak jauhg berbeda seperti itu.. makannya, jangan heran kalau kita menerima perlakuan buruk atau aneh dari orang lain.. tak perlu berfikir buruk, cukup intropeksi aja, siapa tau dulu kalian pernah berbuat hal seperti itu juga terhadap orang lain..

lalu bagaimana dengan sifat cermin yang selalu terbalik? jika sifat cermin adalah kebalikannya, seharusnya kita menerima perlakuan dari orang lain kebalikan dari apa yang kita perbuat..

hmmmmm... ya, itu juga bener.. gini nih, contoh kecilnya aja deh..

orang tua mana sih yang gak sayang sama anaknya? kasih sayang ibu itu sepanjang jalan, sepanjang masa.. apapun yang diperbuat anaknya, mau itu baik atau buruk, orang tua pasti maapin kita.. orang tua pasti tetep berbuat baik meskipun sikap kita buruk terhadap mereka.. atau siapapun yang sayang sama kita, jika kita berbuat buruk sama mereka pasti mereka mau aja maapin kita dan masih bersikap baik ke kita.. ada juga yang gak suka ke kita.. mau kita berbuat baik atau apapun, pasti selalu salah di mata mereka.. dibilangnya caper lah, so' baik lah, gila pujian lah, apapun itu..

makannya hidup itu kayak cermin kan, semua yang kita lakukan dan kita perbuat, semuanya akan sama dengan apa yang nantinya akan kita terima.. jangan heran makannya sama orang-orang dengan perlakuan yang berbeda-beda terhadap kita.. dan begitupun sifat cermin yang berbalik..  apapun yang akan kita terima dari orang lain, yang penting kita nya aja baik dulu ke orang lain.. toh gak akan rugi kok kalau kita berbuat baik.. kalaupun kita berbuat baik dan dibalasnya dengan buruk, ya semoga aja jadi ladang pahala buat kita hehehe

terus alasan.. kenapa juga hidup itu dikatakan alasan? ya gimana enggak.. semuanya yang ada di dunia ini menggunakan alasan.. mau itu alasan yang sebenarnya ataupun alasan untuk mengelabui aja.. jadi jangan heran kalau kita nanya ke orang lain, dan mereka jawabnya berbelat belit nyari-nyari alasan ini itu.. walaupun alasannya terkadang sedikit gak nyambung.. itu berarti dia pake alasan buat mengelabui.. banyak ko yang kayak gitu.. makannya jangan heran kalau mereka bayak alasan ini itu untuk menutupi kebohongannya biar kita percaya.. padahal dengan terlalu banyaknya alasan yang dipake, itu justru ngebuat kita malah gak percaya dan ceritanya terlihat dibuat-buat.. dengan hanya 1 alasan yang jelas dan gak berbelit-belit, mungkin itu bisa sedikit lebih bisa dipercaya.. meskipun itu cerita palsu atau memang benar-benar terjadi.. kalau kebanyakan alasan yang dibuat-buat, nantinya jadi lupa.. alasan yang dipake waktu itu apa ya? kebanyakan sih alasan nya..

tapi hidup memang alasan.. semua punya alasan tersendiri.. kenapa orang-orang berbuat A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang menyukai A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang membenci A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang ingin pergi ke A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang memilih A, B, C, atau D.. kenapa orang-orang melakukan A, B, C, atau D.. dan masih banyak lagi kenapa.. semua yang terjadi adalah kenapa.. dan memang semuanya menggunakan alasan.. tanpa terkecuali..

Selasa, 19 Januari 2016

serpihan



saat aku membuka salah satu lemari di kamarku, tak sengaja aku menemukan serpihan-serpihan masa lalu yang masih tersimpan.. padahal sudah sejak lama aku ingin membuangnya.. bukan untuk melupakan, tapi setidaknya menghapus bayangan masa lalu agar aku mempunyai keyakinan dan memantapkan hatiku untuk masa depan.. aku buka dan aku keluarkan serpihan itu dari dalam lemari.. aku temukan beberapa lembar foto yang sudah pernah aku sobek-sobek.. aku berfikir, rasanya jahat sekali kalau aku sampai merobek foto-foto itu dan membuangnya begitu saja.. padahal, pada jamnnnya merekalah yang telah mengisi hari-hariku, yang pernah ada di hidupku, dan selalu menemaniku..


aku mencoba keluar kamar untuk mencari solatip dan gunting.. aku coba satukan potongan-ptongan foto itu.. bukan aku ingin mengenangnya lagi, tapi tak etis saja jika mereka aku buang begitu saja.. aku ingin merapihkannya dan aku berikan saja pada pemilik hatiku yang dulu.. ya, mereka.. setelah aku kasih ke mereka, itu terserah mereka mau diapakan serpihan-serpihan itu.. yang jelas aku tak ingin membuangnya.. walaupun sekarang aku tak lagi bersama mereka, tak seperti dulu, tapi setidaknya mereka sudah pernah memberikan cerita baru dalam hidupku.. sudah masuk dalam sejarah hidupku..

satu yang gak ada, status pertamaku.. hahaha soalnya yang pertama memang hanya karena penasaran ingin berstatus seperti yang lain.. dan itu memang hanya benar-benar status.. tanpa menyapa, tanpa bertemu, tanpa pernah ngobrol, tanpa pernah jalan.. hanya sebatas status kalau aku memang tidak sendiri.. semua hanya bertahan 4 bulan saja.. ah dasar, masih bocah ingusan.. anak SMP sama-sama kelas VIII.. hhhaha


status kedua ku, ntahlah aku tak mengerti.. pertamanya kita pura-pura tak saling kenal di telpon dan sms.. kemudian kita berkomitmen tanpa pernah bertemu.. dan lama-lama kita saling jujur satu sama lain.. tapi tak menjadikan hubungan kita berakhir.. malah kita semakin dekat.. tapi tak jauh seperti yang pertama.. hanya saja aku dengan yang ini suka bertemu, kadang ngobrol, tapi tak pernah jalan.. dia ganteng, dia baik, dia asik.. tapi semua hanya bertahan 26 hari.. hanya seumur jagung, jagung juga belum mateng siap panen hahahaha.. aku juga kurang paham kenapa bisa berakhir.. dan saat itu aku merasa benar-benar sedih, merasa kehilangan.. dan taukah bahwa aku mendapatkan 'berondong'.. ya, umurnya di bawah aku.. terpaut usia 2 tahun tapi sekolah hanya beda 1 tingkat.. aku kelas IX dan dia kelas VIII.. dan dia mengakhiri hubungan ini H-1 aku ujian sekolah.. oooohhh, terpuruknya aku.. huh, kenapa malah kepincut berondong seperti kamu sih Odas?

untuk yang ketiga, alasannya seperti yang pertama.. penasaran.. cuma bedanya kali ini penasaran karena dengan orang yang umurnya di atas aku.. yang pertama seumuran, yang kedua aku mendapatkan berondong dan kali ini aku mendapatkan yang usianya di atas aku.. saat itu aku kelas X dan dia lulus SMA.. sering ngobrol, biasa ketemu, tapi tak ernah jalan.. dan kita hanya bertahan selama 29 hari.. lagi-lagi seumur jagung.. dan aku tidak tau pasti dia orangnya seperti apa.. hanya saja dia seperti kakak ku, bukan sebgai teman dekatku..

untuk yang ketiga aku bisa bertahan selama 18 bulan.. kita seumuan dan kita sedang duduk di bangku kelas XI.. ya, cukup lama sekali dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya.. kali ini banyak cerita yang bertambah dalam hidupku.. sering ngobrol, sering ketemu, sesekali jalan.. aku akui dia baik, perhatian, pengertian, selalu mau mengalah, setia, asik.. saking baiknya dan tak pernah sama sekali marah, aku pernah merasa bosan.. penyesalan yang pernah aku lakukan karena aku dekat dengan orang lain.. walaupun hanya dekat tanpa ada status, tapi aku benar-benar merasa bersalah.. jahatnya dan bodohnya aku mengecewakannya.. melukai hatinya yang jelas-jelas selalu dia jaga untukku.. tak tau apa yang aku lakukan sehingga aku membuat keputusan untuk menjauh dan mengakhiri semuanya.. padahal aku yang salah, tapi dia tak pernah marah, tak pernah menyalahkanku.. dan malah aku yang minta untuk menjauh dan mengakhiri semuanya.. sudah aku kecewakan, sudah au sakiti, tapi dia tetap mau berbicara denganku, tetap mau menyapaku, dan tak pernah marah.. aku sadar aku telah salah, aku telah melukainya, mengecewakannya.. keputusan yang aku ambil saat kita akan mendekati UN SMA.. maafkan aku mengecewakanmu aa boldun..

sebelum melanjutkan yang berikutnya, aku pernah dekat dengan salah satu teman SMA ku saat aku duduk di bangku kelas XII.. aku berstatus dengan yang lain, dan dia pun begitu.. kami sudah punya cerita masing-masing.. tapi ntah kenapa kita asik jika bersama sehingga kita membuat cerita lain tentang kita.. tanpa pasangan kita.. hanya beberapa bulan saja sampai aku lulus SMA.. semakin kesini aku berfikir bahwa ini salah.. aku yang sudah mengakhiri hubunganku, sementara dia yang masih dengan pasangannya tapi kita tetap dekat, aku berfikir bahwa ini adalah hal yang salah.. aku berfikir bahwa ini akan menyakiti hati orang lain.. lebih tepatnya pasangan dia.. mata kodok yang pernah mengukir cerita baru dalam hidupku walaupun tanpa ada status yang jelas, tapi aku cukup senang dengan itu..

dan untuk yang terakhir, saat aku memasuki bangku kuliah.. 1 bulan aku mencicipi bangku kuliah, aku menemukan pasangan baru.. tak pernah aku lupa dan tak pernah aku bisa lupa kalau dia sosok yang baik, asik, menyenangkan, perhatian, pengertian, penyayang, selalu mau ngalah, tanggungjawab, cekatan, dan apalagi yang lainnya tak bisa aku sebutkan.. aku menyayanginya.. sangat menyayanginya.. bukan hanya sekedar bertemu dan mengobrol, tapi setiap hari aku lalui bersamanya.. karena kita satu angkatan, satu kampus, satu fakultas, satu jurusan, satu kelas, dan ditambah lagi ikut organisasi yang sama.. bagaimana tidak kita selalu bertemu setiap hari? semuanya kita sama.. hanya malam yang memisahkan jarak kita.. ntah apalagi yang harus aku ceritakan tentangnya.. terlalu banyak cerita yang kita ukir.. tertawa bareng, bahagia bareng, nangis bareng, sedih bareng, gila-gilaan bareng, susah bareng, udah macem-macem cerita yang pernah kita ukir baersama.. cukup lama juga dibanding dengan yang sebelum-sebelumnya.. kita bertahan selama 907 hari.. opeh yang sangat aku sayangi dan cintai.. benar-benar tak ingin aku kehilangannya.. tapi ternyata, memang takdir kita bukan untuk bersama selamanya, mungkin memang aku atau kamu bukan yang terbaik.. hingga akhirnya pada waktunya tiba kita harus mengakhiri semuanya.. alasannya? akupun kurang paham sampai saat ini.. yang jelas kita sudah mempunyai jalan masing-masing.. dia bahagia dengan pasangan barunya, dengan hidupnnya yang sekarang, dan aku juga bahagia dengan hidupku yang sekarang..

lalu sekarang, apa aku sendiri atau mulai berkomitmen dengan yang lain?



aku tak berstatus apa-apa dengan yang lain, aku tak berkomitmen dengan siapapun, tapi aku tidak sendiri.. ada seseorang yang usianya di atas aku.. terpaut 4 tahun dengannya.. dia baik? ya.. dia perhatian, pengertian, asik, dewasa, selalu jadi pria penyabarku sekarang ini.. tak ada banyak kata yang bisa aku sebutkan untuk dia.. mungkin terlalu banyak.. dia bisa jadi temanku, kakak ku, yang aku tuakan, menjadi dewa penolongku, dan kadang dia pun menjadi monster yang baik.. menasehatiku saat aku salah, membangkitkanku saat aku terpuruk, ada saat aku butuh, memanjakanku seperti bocah kecil, dan berbagi untuk hal-hal yang baik.. ntahlah untuk mebicarakannya aku bingung harus seperti apa.. padahal hatinya aku gantung sampai saat ini.. tapi dia selalu saja perhatian dan terus peduli.. sudah 18 bulan aku mulai dekat dengannya dan baru 466 hari ini aku benar-benar dekat dengannya.. aku sudah bisa merasakan kalau dia benar-benar menyayangiku.. dan akupun seperti itu.. tapi ntah kenapa sampai detik ini aku tak pernah mau memberikan status yang jelas dan tak pernah mau berkomitmen dengannya.. bukan karena aku tak menyayanginya, tapi ntah lah aku juga tidak tau alasan yang sebenarnya.. maafkan aku cami, yang tak pernah mau memperjelas status kita.. tapi aku tau kamu menyayangiku, teramat menyayangiku.. dan perlu kamu tau juga kalau aku merasakan hal yang sama sepertimu..

untuk kenangan-kenangan yang aku lewati bersama cami, masih kusimpan terpisah.. karena dia bukan serpihan masa laluku.. dia adalah masa kini dimana aku sedang menginjakkan kaki ku di bumi, masih bernafas menghirup udara saat ini dan masih berada bersama bareng cami.. dia adalah masa kini ku yang berharap bisa berlanjut untuk masa depanku.. tapi aku sendiri tidak tau.. apakah cerita indahku masa kini bisa aku bawa sampai masa depan? tentunya bersama cami..

Senin, 18 Januari 2016

'lagi-lagi' dia 'tiba-tiba'

ketika mataku masih berada tepat di depan komputer kerjaku, sesekali aku menyempatkan untuk membuka ponsel ku.. mengecek apa ada pesan masuk atau hanya menghabiskan rasa penasaranku untuk membuka layar d ponsel ku..

waktu itu hari Jumat pukul 14.00.. aku mencoba beberapa kali membuka layar ponsel ku dan mencari kontak-kontak yang bisa aku mintai tolong.. lebih tepatnya mencari untuk tebengan pulang.. ya, hari itu tanggal 31 Desember, malam tahun baru.. aku ingin merayakannya di kotaku tercinta, Tasikmalaya.. karena saat ini aku bekerja di kota orang lain, Bandung..

ada beberapa kontak yang aku hubungi yang kebetulan rumahnya satu kota denganku.. dengan tujuan siapa tau aja dia mau pulang juga.. jadi kan aku bisa nebeng.. males rasanya kalo pulang harus naik bus.. sudah engap, lama, macet yang gak bisa nyelip-nyelip kayak motor.. tambah lama dong aku nyampe ke sana..

setelah aku berhasil menghubungi beberapa temanku, ternyata ada yang mau pulang juga akhirnya.. tapi itupun berangkat malam pukul 21.00.. aku berfikir, cukup gak ya waktunya sampai aku bisa bermalam tahun baruan tepat pergantian tahun di sana? secara perjalanan pulang kurang lebih 3 jam.. itu pun kalo tidak macet dan tidak ada halangan lain..

sudahlah lah, daripada aku menunggu jam 21.00, terpaksa aku niatkan pulang naik bus saja.. biar aku bisa berangkat lebih awal dan berharap sampai sebelum malam pergantian tahun..

setelah lama aku kontek teman-temanku, tiba-tiba...............

pukul 15.30,

"aku berangkat.." pesan baru aku terima.. dari seseorang yang sedang dekat denganku, lebih tepatnya seseorang yang kini menempati salah satu ruang di hatiku..

loh, ko berangkat? bukannya seharusnya dia pamit pulang karena beres kerja?

"ko berangkat? mau kemana memang? bukannya seharusnya kamu bilang, aku pulang?" balasku dengan penuh seribu tanya

tak ada jawaban lagi darinya.. dia tiba-tiba menghilang dan ponsel nya pun gak aktif.. aku coba tanyain ke teman kerjanya untuk mastiin apa dia sudah pulang atau bagaimana? dan ternyata dia pulang kerja bukan ke rumahnya, tapi dia langsung meluncur menuju Bandung.. ah, apa maksudnya? apa dia berniat menjemputku? padahal aku tak memintanya untuk itu.. buatku Tasik-Bandung itu cukup jauh, apalagi untuk sengaja datang menjemput.. aku kurang suka itu karena aku gak mau bikin repot karena sengaja datang hanya untuk menjemputku.. tak lama pesan masuk kembali menggetarkan ponsel ku..

"aku di daerah Garut.. aku lagi buka jas hujan.. tadi sewaktu berangkat, hujan deras mengguyurku.." jelasnya

"ngapin kamu di sana? apa kamu mau ke Bandung?" aku betanya lagi untuk benar-benar memastikan

lagi-lagi dia menghilang dan ponsel nya pun mati.. dia membuatku bingung.. apa dia bener-bener datang ke Bandung menjemputku, atau dia ada urusan lain atau bagaimana? ah, aku bingung dibuatnya..

setelah beberapa saat, tiba waktunya aku pulang kerja.. walaupun ponsel nya tiba-tiba gak aktif, tapi aku tetap mengirim pesan untuk meberitahukan bahwa aku pulang.. berharap dia membacanya saat dia membuka ponsel nya.. tak lama, ponsel ku bergetar.. sepertinya ada pesan masuk, dan aku berharap dia yang memberiku kabar..

"aku di jalan.. tunggu aku.." pintanya

"tunggu? kenapa? kamu datang ke Bandung untuk menjemputku?" aku bertanya lagi untuk lebih memastikan

"iya.. tunggu !!" singkatnya..

akupun pulang dulu ke rumah saudaraku yang aku tumpangi untuk siap-siap , menyimpan tas kerjaku dan menggantinya ke tas yang akan aku bawa untuk aku pulang ke Tasik.. aku pun gak tau, apa dia datang ke Bandung hanya untuk menjemputku langsung atau mau bermalam tahun baru di Bandung atau bagaimana..

aku mencoba menghubungi temanku yang juga ada di Bandung.. kebetulan dia sedang ada di kost_annya.. aku berniat untuk datang ke sana dan ikut menunggu jemputan di sana.. karena aku fikir yang menjemputku datang lebih dari pukul 20.00.. kalo aku nunggu di rumah dan tau berangkat semalam itu, pasti gak akan dikasih iijin.. makannya aku nunggu di temapt temanku.. di tengah perjalanan menuju tempatnya, tiba-tiba ponselku bergetar..

pukul 18.15...

"dimana? aku hampir dekat rumah saudara kamu.." beritanya

loh ko secepat itu dia sampai disini? aku kira dia akan sampai di sini lebih dari yang aku bayangkan.. aku berfikir dijalanan bakalan macet karena mau malam tahun baru dan pasti akan lama untuk sampai di Bandung.. tapi ternyata dia sudah sampai.. karena dia sudah ada di Bandung dan aku tanggung udah di tengah jalan, akhirnya aku minta dia putar arah dan menjemputku di daerah Ujung Berung karena aku belum sampai ke tempat kost_an temanku.. setelah dia menyetujui untuk ketemu di Ujung Berung, aku ngabarin temenku ngasih tau kalo aku gak jadi datang ke kost_annya..

gak lama, muncullah dia.. hahaha dia benar-benar datang menjemputku.. sengaja hanya untuk jemput aku.. seragam kerjanya pun ada di tasnya.. ah, aku jadi terhura.... datang jauh-jauh cuma buat jemput, padahal dia cape baru pulang kerja..

sebelum berangkat lagi ke Tasik, kita istirahat dulu.. setelah lama, akhirnya aku pulang deh bareng dia.. ternyata di jalan itu gak macet ko.. pantesan aja dia cepet sampai di Bandung.. bermalam di jalan bareng dia... hhmmmm..... kirain gak bakalan pernah.. namanya juga aku yang gak pernah diijinin main apalagi keluar malam..

uuuhhh,, sampai juga akhirnya di Tasikmalaya... lebih tepatnya Singaparna.. kota kecil sejuta cerita 'katanya'.. tapi memang iya.. bermalam tahun baruan untuk kedua kalinya bareng dia.. walaupun sampai bermual-mual ria karena masuk angin, dan walaupun acara di sana tidak semeriah tahun lalu, tapi selalu saja ada cerita setiap tahunnya.. tahun kemarin dia pulang kerja tengah malam pas waktu pergantian tahun baru, dan tiba-tiba dia berdiri di belakangku mendekatkan mukanya ke telingaku sambil berbisik "I LOVE YOU".. ya, meskipun saat itu aku belum bisa menjawab perasaannya.. dan untuk pergantian malam tahun baru sekarang sekarang, lagi-lagi dia 'TIBA-TIBA'.. tiba-tiba datang ke Bandung untuk menjemputku..

Terimakasih untuk perhatian, pengertian, dan sayangmu :*

Jumat, 15 Januari 2016

~tengah malam~

ketika tengah malam tiba

semua orang rumah terlelap dalam mimpi

aku sendiri yang tebelalak

susah sekali mata ini untuk kupejamkan


ketika tengah malam tiba

seketika suasana pun hening

tak ada aktivitas apapun

dan aku sendiri


ketika tengah malam tiba

saat mata ini enggan berkompromi

akupun menekan tombol TV

kuputuskan untuk menonton acara TV


ketika tengah malam tiba

saat semua tertidur lelap

dan suasana menjadi hening

tiba-tiba terdengar suara dari ruang tengah


"kresek kresek kresek..."
"kresek kresek kresek..."
"kresek kresek kresek..."


akupun terkejut dibuatnya

suara apakah itu?

tengah malam

sendiri

semua terlelap

suasana hening

terdengar suara itu


akupun memberanikan diri

kulangkahkan kakiku

mencoba kuat untuk menolehkan mukaku

sedikit demi sedikit

aku mulai melirik ke arah ruang tengah

tak ada siapapun disana

kosong

hening

sunyi


"kresek kresek kresek..."
"kresek kresek kresek..."

suara itu kembali terdengar

lagi-lagi aku terkejut

suara apa itu?

kucoba lagi untuk melihatnya



"ssssssttttttttt....."

tiba-tiba

sosok hitam melewat di hadapanku

sontak aku tercengang

apakah gerangan?

sosok hitam melintas begitu saja


oh, Tuhan...


tolong aku

jangan biarkan aku melihat

sosok yang menyeramkan

jangan biarkan aku melihat

selain keindahan


akupun menutup mata

setelah bayangan hitam itu

lewat tepat dihadapanku

sembari aku terus berkomat kamit


aku kembali menonton acara TV

sambil aku merasa takut

ingin rasanya

aku lem mataku ini


"kresek kresek kresek..."
"kresek kresek kresek..."


oh, Tuhan...


suara itu muncul kembali

suara apa itu?

makhluk apa yang sebenarnya

melintas dihadapanku?

tolong jangan pertemukan

aku dengan sosok

yang nantinya membuatku 

amat terkejut


sekali lagi

aku beranikan diri untuk melihat


dan tiba-tiba............



"AAAAAAAAAAAAAAAA"


seekor TIKUS melintas

tepat dihadapanku

dan berlari di kakiku

seperti perlintasan jalan raya


sontak aku menjerit saat kakiku

dijadikannya lintasan

diapun berlari dengan

penuh ketenangan

tanpa ada rasa takut sedikitpun

seperti sudah bersahabat


setelah aku tau bahwa itu TIKUS

aku sebel sendiri

merasa was-was dengan

yang aku takutkan

padahal hanya sugestiku saja

dan ternyata......


Uuuuuuuhhhh............ dasar TIKUS NAKAL !!!



Love is Over

ketika aku berada di tengah keramaian orang-orang yang sedang tertawa bersama dan terlihat bahagia, aku malah terdiam memisahkan diri senidiri di pojok kamar sambil menangis tersedu-sedu tanpa bisa didiamkan seperti bocah kecil yang kehilangan mainannya.. semua menghapiriku setelah mere menyadari keberadaanku di kamar kosong sendirian sambil menangis meraung-raung.. mereka berusaha untuk membuatku diam dan tidak menangis lagi.. tapi mereka gagal melakukannya.. aku terus menangis lebi kencang dan sulit rasanya menahan air mata yang bercucuran ini..

"kenapa menangis..??"

ketika itu aku tak pernah bisa berkata untuk menjawab pertanyaan itu.. mereka sangat mengkhawatirkanku.. aku yang biasanya selalu tertawa, ceria, cuek, dan terlihat selalu tanpa beban, tiba-tiba kali ini menangis sekencan-kencangnya tanpa bisa ada yang menenangkan..

"aku harus bagaimana? harus melakukan apa agar kamu bisa diam dan menceritakan apa yang kamu alami?"

lagi-lagi aku berat untuk berkata, karena hanya teriakan  tangis yang bisa aku keluarkan.. begitu sesak rasa di dada ini.. terasa berat mata ini untuk menahan keluarnya air mata.. dan terasa kaku bibir ini untuk berucap..

"sudah lah.. biarkan saja dulu dia sendiri.. biarkan dia menikmati tangisannya.. biarkan dia keluarkan segala kekecewaanya, kemarahannya, dan kesedihannya.. setelah dia tenang dan merasa lelah, nanti dia akan diam sendiri dan mudah-mudahan mau bercerita.."

setelah lama mereka tertawa bercanda dan ngobrol, sepertinya aku mulai lelah dan mulai merasa sedikit lebih tenang.. aku mencoba keluar kamar dan menghampiri mereka semua.. meskipun aku masih sedikit menahan isak tangisku..

"kamu kenapa menangis? jika kamu percaya dan kami bisa bantu, kamu bisa ceritakan.."

aku sedikit menghela nafas dan befikir sejenak.. sulit aku berucap apa yang pertama kali harus aku lontarkan.. dari mana dan apa yang harus aku ceritakan.. akupun berfikir tentang masalahku yang bila aku ceritakan mereka akan menertawakanku dan menganggapku orang yang bodoh.. aku tau itu, tapi hanya aku yang bisa merasakannya.. mereka tidak merasakan apa yang sedang aku rasakan.. setelah aku menghela nafas, aku mencoba untuk bicara..

"hubunganku selesai.. aku sekarang sendiri.. tak ada lagi yang ada disampingku saat aku berjalan, saat aku duduk, saat aku makan, saat di kelas, saat pulang, dan saat melewati hari-hariku nanti.." sambil air mata yang menetes lagi..

"ya, aku tau kalian pasti ingin menertawakanku karena hanya masalah seperti itu aku sampai menangis tersedu-sedu.. aku tau aku terlihat seperti orang bodoh yang mengharapkan cinta seorang lelaki.. seorang perempuan yang mengemis cintanya.. padahal masih banyak laki-laki di luar sana yang mungkin lebih baik dari dia.. ya, saya tau kalian pasti berfikir seperti itu.." tambahku yang mendahului mereka berbicara

"ya, memang seperti itu kenyataannya.. hanya karena laki-laki kau menangis samapi segitunya.. kau hanya buang-buang air mata untuk lelaki yang mungkin tak sepantasnya untuk mendampingimu nanti.. kita memang menertawakanmu, menertawakan kebodohanmu yang mengemis cinta seorang lelaki.. tapi kami juga sedikitnya mengerti tentang apa yang sedang kau rasakan.. kami tau betul bagaimana hubungan kalian setiap harinya.. selalu berdua, kemana-mana bersama.. sudah seperi semut yang ngintilin gula kemana-mana.. tapi kau juga harus tau, bahwa hidup harus berlanjut.. bahwa laki-laki masih banyak.. dan dia mungkin bukan yang terbaik untukmu.. anggap saja Tuhan memberi taumu tentang dia saat ini agar kam tidak salah nantinya.. agar sesal tak datang di kemudian hari.." mereka menangkanku

"jika aku boleh tau, kenapa hubungan kalian bisa berakhir? dan kenapa kau menangisi ini semua sampai tersedu-sedu tanpa bisa berkata apapun?" lanjutnya

"akupun tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.. apa yang salah diantara kita sehingga hubungan ini berakhir.. dia mungkin melakukan kesalahan yang membuatku kecewa.. dia sudah menghianati kepercayaanku.. bukan soal wanita, tapi tentang hal lainnya.. aku belum bisa menerimanya lalu aku marah dan aku biarkan dia.. mungkin dia sudah jengkel karena aku tak pernah mau bertemu dengannya dan tidak pernah mau bicara dengannya.. tapi itu karena aku ingin mencoba untuk bisa menerima dan mencoba untuk melupakan apa yang dia lakukan.. saat dia mulai lelah untuk menungguku mau berbicara lagi dengannya, ternyata dia mulai menemukan kenyamanan baru dan pelan-pelan melupakanku hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya.. aku juga tidak tau apa alsan yang sebenarnya hingga hubungan ini bisa berakhir seperti ini.. aku sudah bersamanya sejak lama.. apapun tentang masa lalunya yang pernah dia ceritakan, aku tak pernah mempermasalahkannya.. aku mencoba menerima semua masa lalunya.. karena itu adalah masa lalunya yang siapapun tak kan pernah bisa merubahnya.. aku berfikir sudah tak penting tentang masa lalu, yang akan kita hadapi adalah masa kini dan yang akan datang.. tapi rupanya dia menghianatiku..." aku bercerita sembari terus meneteskan air mata..

aku melanjutkan lagi..

saat aku mulai mau mencoba menerima apa yang telah dia lakukan, tiba-tiba dia malah ingin mengakhirinya.. aku mencoba memohon untuk tidak sampai mengakhiri semuanya.. semua bisa dibicarakan lagi.. dan saat itu aku seperti orang gila yang tidak punya urat malu memohon mengemis untuk dia tidak mengambil keputusan itu.. dan saat ini aku berfikir bahwa aku terlihat benar-benar seperti orang bodoh yang mengemis meminta cinta dari seorang lelaki.. mungkin kedengarannya ini seperti hanya ada di film saja.. perempuan yang mengemis cinta lelaki.. mana ada seorang perempuan yang mau mengemis cintanya pada lelaki.. yang seharusnya berjuang atas cinta itu lelaki, tapi ini malah perempuan.. mungkin kalian berfikir cerita seperti itu hanya ada di sinetron, film, atau FTV saja.. tapi kenyataannya hal seperti itu terjadi, dan aku sendiri yang mengalaminya.. pada saat itu aku tidak berfikir malu atau apapun juga.. yang aku fikirkan adalah berusaha untuk mempertahankan hubungan yang cukup lama dilalui.. seperti anak kecil yang sedang makan permen lalu permennya diambil orang lain.. tanpa rasa malu, di halte pinggir jalan raya, tempat umum dan tengah malam, aku menangis meminta dan memohon agar hubungan ini bisa dipertahankan.. tapi semua itu tetap tak bisa.. aku menangis, aku putus asa dan aku tak tau harus seperti apa.." jelasku lanjut

"kamu memang bodoh.. teramat bodoh menagisi lelaki yang sudah membuatmu kecewa..teramat bodoh mengemis cinta seorang laki-laki hingga menangis di tempat umum.. dan mungkin sebenarnya tanpa kamu sadari dia melihat harga dirimu jatuh dan terlihat kosong saat itu.. mungkin saat itu dia menertawakanmu yang sedang mengemis cinta dan sekaligus senang membanggakan dirinya karena ada seorang wanita yang mengemis cinta sampai segitunya.. jika kamu menangis seperti itu sampai kamu mengemis cinta darinya, dia tak kan pernah menganggapmu lagi.. karena dia tau ada seorang wanita yang teramat mencintainya, dan dia tak kan pernah takut kehilanganmu.. dia ignin bersenang-senang di luar sana.. mencari kesenangan untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaanmu.. setelah dia tau kamu sngat mencintainya da tidak bisa untuk kehilangannya, dia akan tenang untuk terbang hinggap dimanapun yang dia mau.. setelah dia puas terbang bebas menikmati hidupnya dan dia sudah merasa lelah, dia pasti akan kembali dan menacrimu.. karena dia tau bahwa mencarimu tidaklah susah.. bahwa mendapatkanmu tidaklah berat.. karena dia juga tau bahwa kamu teramat sangat mencintainya dn tidak bisa jauh darinya.." jawab temanku menjelaskan

"ya, aku tau itu.. akupun berfikir seperti itu.. mungkin saat itu aku sedang dibodohi rasa cinta.. api setelah aku berfikir memang aku terlihat seperti orang bodoh, dan memang seharusnya aku tak seperti itu.. tapi bagaimana? itu sudah terjadi.. dan aku tidak bisa merubah itu.. aku sadar bahwa yang aku lakukan adalah salah.. saat ini akupun berfikir bahwa yang aku lakukan terlihat sangat sangat sangat bodoh dan teramat sangat memalukan.. aku menyadari semua itu, tapi akupun tak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa aku menyayanginya, mencintainya dan ingin sellau bersamanya.. bahkan aku sudah bermimpi untuk bisa hidup bersamanya menghabiskan sisa waktuku bersamanya dan merencanakan segalanya untuk masa depan.. tapi lagi-lagi aku harus berfikir mungkin dia bukan yang terbaik untukku.. aku bisa berfkir seperti itu, aku menyadari hal itu.. tapi walaupun begitu, aku masih tetap belum bisa melupakannya, bahkan untuk apa yang telah dia lakukanpun aku tak pernah bisa untuk marah apalagi membencinya.. dia memang mengecewakanku, tapi aku hany diam dan tak mau berbicara dengannya karena aku memang tak bisa marah terhadapnya.." jelasku lagi meluapkan semua yang aku rasakan..

"sudahlah, apapun yang kita katakan terhadapmu, apapun nasihat yang kita berikan kepadamu, tak kan pernah bisa kamu serap dan terima.. karena fikiran dan hatimu sudah dipenuhi olehnya.. jadi untuk semua ini, hanya kamu sendiri yang bisa berusaha bangkit.. tak bisa orang lain membantumu.. karena tak pernah ada celah untuk orang lain bisa masuk dan membantumu.. padahal kamu tau itu.." 

aku menatapnya hampa sambil mendengarkan apa yang dia katakan tanpa bisa masuk ke dalam fikranku..

aku berfikir sendiri mernungkan apa yang sudah terjadi.. apa yang harus aku lakukan.. tetap menunggu dan yakin bahwa dia akan kembali atau aku melanjutkan hidupku tanpa berfikir dia akan kembali lagi.. jujur aku sendiri tak belum bisa melupakannya, menghapus dia dari ingatanku sebagai orang yang terindah dalam hidupku.. yang menemani setiap hari-hariku.. yang bahkan kita sempat berdebat tentang masa depan kita.. tentang berapa banyak anak yang akan kita punya, dimana kita akan tinggal, kerja apa kita, seperti apa rumah kita, dan rencana-rencana lainnya yang seperti kita akan menikah besok.. tapi semua itu hanya tinggal rencana dan sebatas rencana.. semua telah pupus.. karena aku, mungkin, bukan karena dia.. karena untuk sebelumnya aku menyadari bahwa dalam hubungan selama ini aku terkesan operprotektif terhadapnya sehingga dia mungkin merasa jenuh, bosan, dan kesal.. sehingga pada akhirnya dia mengakhiri segalanya.. mungkin dia menemukan jalan untuk mengakhiri hubungan ini.. dengan aku yang tidak mau bertemu dan berbicara lagi dengannya karena kesalahan yang dia lakukan, sehingga semua itu digunakannya sebagai alasan untuk mengakhiri semuanya.. sekeras apapun aku meminta, aku memohon, dan aku mengemis cintanya, dia tak pernah mau lagi kembali bersama denganku.. entah apapun itu alsannya..

AKU, KAMU, dan KITA.. kini benar-benar BERAKHIR.......

Kamis, 14 Januari 2016

rindu dan masa lalu

rindu menyapaku
kapan kau akan benar-benar pergi dariku?
aku mulai enggan merasakan hal itu
aku tersiksa dengan perasaan itu
aku memang senang
tapi jangan sapa aku dengan siksaan...

ketika aku sudah mulai mau berjalan dan bangkit lagi dari keterpurukan, tiba-tiba kau berhembus menyapa begitu saja.. sehingga aku yang sudah mulai berdiri, terjatuh lagi dan harus berusaha untuk bangkit lagi.. sudah aku bunuh semua rasa yang menyiksaku.. mulai dari kebahagiaan yang pernah hadir ataupun kekecewaan yang menghampiri..

ntah ini berbagi atau bertanya?

ketika kita sangat dan teramat menyayangi seseorang, apapun yang kita lakukan hanya untuk dia bisa bahagia dan tersenyum.. apapun yang dia perbuat baik atau pun buruk kita selalu terima.. ya, kita marah.. tapi hanya sekejap.. setelah itu kita tidak bisa berlama-lama untuk marah apalagi harus jauh darinya..

kalian pernah merasakan hal itu?

ketika suatu saat hal yang mungkin benar-benar sangat sangat sangat dan sangat mengecewakan terjadi, inginnya kalian tidak marah dan bisa memafkannya dengan harapan untuk tidak mengulanginya lagi.. hati memang berkata begitu, tapi hati juga merasakan perih, pedih, sakit, terluka, dan kecewa sehingga menimbulkan bibir untuk berkata bahwa 'aku membencimu dan kamu sudah teramat melukaiku'.. juga membuat pikiran ini terdoktrin untuk jangan menyapanya, jangan menemuinnya, jangan mau memafkannya, dan harus melupakannya.. sementara hati ini masiih memiliki rasa sayang yang masih sangat mendalam..

kalian pernah merasakan hal itu?

ketika yang kita katakan, yang kita lakukan, dan kita putuskan membuat semua bahagia berubah menjadi derita.. kita pun menyesali apa yang kita perbuat sekaligus bahagia mengetahui apa yang ditutupi selama ini.. sesal datang karena kita sedih sudah tidak bisa melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilewati bersama.. bahagia karena telah ditunjukkan bahwa dia bukanlah yang terbaik.. tapi selalu ada perasaan dimana kita selalu berharap agar dia bisa kembali dan kita bisa bersama lagi tanpa adanya kesalahan yang terulang seperti di masa lalu dan mencoba melupakan semuanya, atau setidaknya bisa memafkan semua kesalahan masa lalu..

kalian pernah merasakan hal itu?

tapi ternyata semua tidak bisa seperti yang kita mau.. rindu dan masa lalu itu sesekali mengunjungi.. haruskah bahagia? sedih? ataukah marah? haruskah kita menjawab rindu itu yang kita sendiri tak pernah tau untuk apa dia menyapa? untuk mengukir kebahagaiaan yang sempat pupus? membuka luka lama yang sebenarnya masih basah? ataukah menorehkan lagi kesalahan yang sama bahkan lebih buruk sehingga amarah kita menjadi memuncak dan sampai kita benar-benar membenci sosoknya, sampai kita tak mau melihatnya, sampai kita menganggapnya bahwa dia sudah mati atau bahkan mungkin menganggap bahwa dia memang sebenarnya tak pernah ada dalam hidup kita atau bahkan tak pernah hidup di dunia ini?

kalian pernah merasakan hal itu?

aku menjawab rindu itu tanpa aku memberikan hati dan perasaanku lagi.. hanya sebatas menjawab sapaan.. inginku tak berurusan lagi dengan masa lalu.. walau kita tau, semua tak ada yang tau kedepannya seperti apa.. kita hanya bisa menginginkan kebahagiaan tanpa masa lalu menghampiri dengan kekecewaan.. salahkan kita menjawabnya? ketika sapaannya kita amini dan dia mulai berpikir bahwa kita menerima sapaannya dengan hati? kita tidak tahu apakah dia hanya sebatas menyapa ataukah kita yang berpura-pura tanpa hati padahal perasaan yang tibul adalah kebalikannya..

kalian pernah merasakan hal itu?

setelah sekian lama hal itu terjadi dan kita mulai bisa bangkit dan berjalan, menguatkan kaki untuk melangkah, sesekali ridu dan masa lalu itu menyapa kembali.. namun tanpa hembusan yang bisa membuat kita terjatuh lagi.. kali ini kaki kita kuat.. kali ini kita masih tetap bisa berdiri dan berjalan.. tinggal kita bisa berlari sejauh mungkin dari masa lalu.. bukan untuk dilupakan, namun setidaknya agar mereka tidak menyapa kita kembali.. karena masa lalu kita tak kan pernah ada yang bisa terlupakan.. karena kita sendiri yang mengalaminya.. masa lalu itu tak kan pernah hilang, karena semua telah terekam dalam film kehidupan.. memory yang tak akan pernah bisa dihapus oleh apapun..

kalian pernah merasakan hal itu?

setelah lama, kita bisa mulai berlari.. sedikit demi sedikit mulai menjauh dari masa lalu.. namun lagi-lagi dimanapun kita berada, sejauh mana kita berlari, tetap saja rindu dan masa lalu itu selalu menyapa.. sudah bahagia kita bisa berlari menjauh, tapi ketika sudah benar-benar jauh dan hampir saja menemukan tempat peristirahatan yang nyaman yang mungkin saja bisa untuk ditinggali, lagi-lagi rindu dan masa lalu itu menyapa dan menghembusakan kaki ini menjadi hampir terjatuh lagi.. apa kita harus luluh? apa kita harus menyerah dengan rindu dan masa lalu yang terus menyapa? kaki ini mulai goyah lagi.. masih kuat untuk berdiri dan berjalan, namun rasanya lemah untuk berlari.. apalagi harus berlari kencang menjauh dari masa lalu.. sulit rasanya ketika hembusannya kali ini benar-benar kencang.. sekuat apapun kaki kita menahan hembusan itu, jika hati kita sudah mulai tersentuh, maka bukanlah hembusan itu lagi yang melemahkan kaki kita.. bahkan mungkin kaki kita akan benar-benar lumpuh karena hati kita sendiri, bukan karena hembusan dari rindu ataupun masa lalu..

kalian pernah merasakan hal itu?

Dear Future Husband !!

Bu..., Calon Istriku Gak Bisa Masak !!

Di subuh yang dingin, kudapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur..
"Ibu masak apa? Bisa kubantu?"
"Ini masak gurame goreng sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya
"Alhamdulillah.. Mantap pasti.. Eh, Bu.. Calon Istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh.."
"Iya terus kenapa?" sahut Ibu
"Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. Hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehe.."
"Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain-lain itu kewajiban Wanita?"

Aku menatap Ibu dengan tak paham..

Lalu beliau melanjutkan, "Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki.. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri.." katanya sambil menyentil hidungku..
"Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?"

Aku masih tak paham juga..

"Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami.." kata Ibu
"Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya.. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya.."
"Saya makin bingung Bu.."

"Baik, anandaku sayang, Ini ilmu buat kamu yang mau menikah.."

Beliau berbalik menatap mataku..

"Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?" tanya Ibu
"Iya tentu saja Bu.."
"Pakain yang bersih adalah nafkah.. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami.. Makanan adalah nafkah.. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah.. Karena belum bisa dimakan.. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami.. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami.. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami.."

Mataku membelalak mendengarkan uraian Bundaku yang cerdas dan kebanggaanku ini..

"Waaaaaahh... Sampai segitunya Bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami, kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?"
"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya.. Ibu juga mencari pahala agar selamat di ahirat sana.. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya.. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi.. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu.."


Aku hanya diam terpesona..

"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya.. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri.."
"Iya Buu.."


Aku mulai paham..

"Jadi, Laki-laki selama ini salah sangka ya Bu.. Seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya.. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri.."

Ibuku tersenyum..

"Eh, pertanyaanku lagi Bu.. Kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"
"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak.. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya.. Tapi banyak hal lain.. Menurunkan ego, menjaga keharmonisan, mau sama mengalah, kerjasama, kasih sayang, cinta, dan persahabatan.. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain.. Yang Wanita sebaik mungkin mebantu Suaminya.. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya.. Toh, impian rumah tangga sampai Surga.."
"MasyaAllah... Eh, kalau calon Istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu...?"
"Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya.. Sehingga tidak mungkin setega itu.. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu.. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya.."

Kesempurnaan Cinta ~~

kau dan aku tercipta oleh waktu
hanya untuk saling mencintai
mungkin kita ditakdirkan bersama
merajut kasih, jalin cinta

berada dipelukanmu mengajarkanku
apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
berdua bersamamu mengajarkanku
apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta

kau dan aku tercipta oleh waktu
hanya untuk saling mencintai
mungkin kita ditakdirkan bersama
merajut kasih, jalin cinta

berada dipelukanmu mengajarkanku
apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
berdua bersamamu mengajarkanku
apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta

tak pernah terbayangkan olehku
bila kau tinggalkan aku
hancurlah hatiku, musnah harapanku, sayang

berada dipelukanmu mengajarkanku
apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta

berada dipelukanmu mengajarkanku
apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
berdua bersamamu mengajarkanku
apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta