Senin, 16 November 2015

bukan pilih kasih

betapa sedihnya seorang ibu yang melihat anaknya kesakitan.. jika dia bisa memilih, mungkin dia lebih memilih untuk memindahkan sakit yang anaknya derita.. ibu mana yang tega melihat anaknya kesakitan.. apalagi sakit yang diderita bukan lah sebatas demam atau flu.. tiap hari diahruskan untuk mengkonsumsi obat yang dianjurkan dokternya.. entah seberapa lama harus seperti itu.. ketika ditanyakan, bisa satu tahun, dua tahun, atau mungkin bisa sampai seumur hidup.. jelas seorang ibu tak kan pernah rela melihat anaknya seperti itu.. anak yang pastinya akan terus tumbuh dan berkembang.. tapi mungkin tidak seperti anaknya.. yang hanya tumbuh dan berkembang fisiknya saja.. ada beberapa hal dalam cara berfikirnya terlihat seperti anak kecil.. ada beberapa tingkah lakunya yang sangat menjengkelkan seperti anak kecil.. tapi semua memakluminya.. seorang ibu pasti akan sedih melihat anaknya seperti itu.. tapi melihat ibu yang sebegitu sabarnya menghadapi anaknya, yang rewel seperti anak kecil, yang marah seperti kehilangan mainannya, dan selalu menuntut ini itu tanpa mau berfikir tentang kondisi ibunya.. selalu sedih dan tak kuat melihat ibunya yang tetap tegar menghadapi semuanya seoah tak terjadi apa-apa.. sakit yang dideritanya yang mungkin akan juga membahayakan dirinya melalui aktifitas-aktifitas yang dilakukannya..

terkadang, apa yang menjadi keputusan orang tuanya yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya bisa menjadi sebuah masalah.. tapi, ibu tak kan pernah melarang anaknya jika itu tidak akan membahayakan keselamatan anak-anaknya.. jika apa yang dilakukan anak tersebut mungkin akan membahayakan untuk dirinya karena penyakitnya, mungkin itu yang terbaik untuknya.. tapi tidak demikian dengan anaknya.. yang berfikir kalau ibunya terlalu mengaturnya dan selalu mengganggapnya seperti anak kecil.. padahal bukan itu.. mungkin jika anaknya sehat seperti anak-anak yang lainnya, ibu tidak akan secemas itu, tak akan sekhawatir itu, dan tak akan banyak mengatur ini itu..

dimengertilah kenapa ibu memiliki aturan-aturan tertentu untuk anak-anaknya.. ibu yang melahirkan dan membesarkan, jadi lebih tau tentang anak-anaknya.. mungkin jika perlakuan seorang ibu terhadap anak-anaknya terlihat ada yang berbeda, mungkin bukan karena dia tidak menyayangi anaknya atau mungkin pilih kasih.. tapi lebih tepatnya bahwa adil itu tak harus sama rata.. adil itu sesuai dengan porsinya masing-masing.. ya, mungkin salah satu contohnya itu.. salah satu anaknya yang memiliki penyakit dan mungkin harus diberi perhatian lebih.. bukan karena lebih menyayanginya, tapi lebih karena terlalu mengkhawatirkan keadaannya yang memiliki tingkat kesehatan yang tak sama dengan yang lainnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@s.mentari