Kamis, 05 November 2015

pertama

waktu itu, seorang anak laki-laki (balita) diurus oleh seorang pembantu rumah tangga.. bisa dibilang, pembantu itu tidak bisa mengurus anak kecil.. terlalu cuek dan tidak mau perduli dengan apa yang ada disekitarnya.. bahkan lantai licin atau ada genangan air pun dia gak perduli.. hingga akhirnya si anak itu jatuh terpeleset beberapa kali.. dan lebih parahnya lagi, udah pasti kepala bagian belakang yang menghantam lantai duluan.. bukan hanya sekali atau dua kali, tapi sering kali.. alhasil dibiarkan seperti itu, si anak baru merasakan akibatnya setelah beberapa tahun kemudian..

kurang lebih usianya 7 tahun, mulai masuk sekolah dasar.. anaknya pemalu tapi emosional banget.. anak ini termasuk orang yang gampang banget sakit.. sampai-sampai dia punya dokter anak langganan..
seiring berjalannya waktu, lama-lama mulai terasa aneh.. saat diajak bicara, atau sedang berjalan, bahkan sedang beraktifitas apapun itu, tiba-tiba dia melamun gak sadarkan diri.. bukan pingsan sih, tapi ya gak bisa diajak ngobrol atau bahkan apapun.. hanya diam tanpa bicara dan seperti orang melamun..

dikonsultasikan ke dokter langganannya, ternyata itu salah satunya disebabkan oleh seringnya terjadi benturan di kepala pada masa kecilnya dan punya riwayat penyakit step.. tiap hari rutin minum obat.. makin lama-makin lama tetep gak ada perubahan.. sampai pada akhirnya dia lulus sekolah dasar, tetep msih begitu.. sudah dicoba oleh medis, bantuan obat herbal tradisional, bahkan pengobatan kampung.. tapi gak ada yang berhasil.. karena faktor umur yang sudah bukan anak-anak lagi, dokternya menyarankan untuk pindah pengobatan ke Rumah Sakit secara rutin..

sejak masuk SMP, mulailah anak ini berobat ke Rumah Sakit rutin setiap bulan gak pernah kelewat.. setiap hari dia mengkonsumsi obat-obatan.. ya, rasa jenuh dan bosan sudah sering menghampirinya.. tapi mau bagaimana lagi, obat itu gak boleh telat sama sekali..

waktu pun terus berjalan.. salah satu diagnosa yang dikeluarkan dokter setelah melakukan RRG adalah pendarahan otak kiri.. wow, ternyata serius juga apa yang dideritanya.. dia tumbuh menjadi anak yang emosionalnya tinggi, daya ingat yang lemah, bersikap dan berfikiran seperti anak kecil.. ya, salah satu pengaruh dari penyakit yang dideritanya..

selang beberapa lama, salah satu hal yang dia fikirkan, ada sesuatu yang dia inginkan, tapi belum juga terlaksana hingga di terus aja kepikiran.. dan pada suatu malam, dia mengalami kejang.. tubuh kaku, bola mata ke atas, leher memutar, tangan dan anggiota badan yang tak terkontrol.. semua tegang, kaget, cemas dan bingung.. kenapa? ada apa? entahlah lah semua juga bingung.. stelah diperiksakan ke dokter, diagnosa baru muncul.. epilepsi mulai menghampiri anak ini.. epilepsi atau kita sering menyebutnya dengan ayan.. epilepsi atau penyakit ayan adalah gangguan fungsi oak yang mengakibatkan serangan singkat.. serangan itu biasanya berlangsung paling lama lima menit..

semua mulai kebingungan.. harus bagaimana ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@s.mentari