Kamis, 12 November 2015

ya atau tidak?


ketika semua tersudut dalam  dua pilihan.. antara ya atau tidak.. entah itu keluarga, pendidikan, pekerjaan, ataupun hubungan.. padahal hanya "ya atau tidak", tapi semua terasa begitu sulit.. hanya memiliki satu kata tapi menyimpan sejuta makna yang berbeda.. salah sja kita memilih antara "ya dan tidak", jelas sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar..

pertama masalah keluarga..
seorang yang mengalami "broken home" akibat perceraian kedua orang tuanya dan ternyata dia harus memilih untuk ikut dengan salah satu dari mereka.. kamu ikut ayah? "ya atau tidak?" kamu ikut ibu? "ya atau tidak?" hanya tinggal memilih antara "ya dan tidak" tapi sangat sulit sekali..

kedua tentang pendidikan..
ketika seseorang memili keinginan sendiri untuk menentukan pilihan terhadap pendidikannya, terkadang banyak faktor yang ikut campur di dalamya.. entah itu keluarga, teman, atau lain hal.. seseorang yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke PTN A dan ternyata dilarang oleh orang tuanya.. atau mungkin untuk memilih jurusan yang dia inginkan tapi tidak diberi ijin orang tuanya untuk mengambil jurusan tersebut,. akhirnya muncul pilihan antara "ya atau tidak".. apakah "ya" harus mengikuti kemauan orang tuanya untuk tidak melanjutkan pendidikan d PTN tersebut atau mengambil jurusan tersebut, atau harus memilih"tidak" dan tetap mengikuti kata hatinya untuk mengambil jurusan tersebut dan melanjutkan pendidikan di PTN tersebut sesuai dengan yang dia inginkan..

ketiga dalam pekerjaan..
setelah anak-anak sampai remaja mungkin dia hanya berfikir tentang tugas, orang rumah, atau pendidikan.. tapi setelah beranjak dewasa, dia harus sudah memikirkan tentang hidupnya ke depan.. mau jadi pengangguran? jangan mau.. untuk perempuan, ada laki-laki yang nantinya akan bertanggungjawab untuk hidupnya.. jangan hanya kita melihat dari sudut pandang putihnya saja.. tapi lihat juga sisi hitamnya.. ya, mungkin jika lelaki kita adalah orang yang sukses, mapan dan sampai mautpun hartanya masih ada dan itupun masih tetap bersama dengan kita.. coba kalo ternyata lelaki kita bukan orang yang seperti itu, atau mungkin bangkrut di tengah jalan, atau mungkin saja dia meninggal dan bisa saja ternyata kita menyerah di tengah jalan.. gak mungkin dong kita terus minta ke lelaki yang sudah bukan punya kita.. makannya, buat cewe, yang masih punya waktu dan ada kesempatan mending kerja deh.. hehe... antara "ya atau tidak", ada tawaran sebuah pekerjaan yang mungkin lama kita tunggu dan tidak datang juga.. ternyata pekerjaan yang ada di depan mata bukan pekerjaan yang sesuai dengan bidanng kita atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.. apakah harus diambil atau tidak? pilihannya "ya atau tidak".. ketika kita memilih "ya" untuk mengambil pekerjaan tersebut, tidak cukup sampai di situ.. masih banyak hal-hal dalam pekerjaan yang akan menimbulakan pilihan antara "ya atau tidak".. kita harus benar-benar memikirkan apa yang akan kita pilih agar makna yang akan timbul tidak berdampak buruk untuk kita..

terakhir persoalan dalam sebuah hubungan..
bisa itu sahabat atau cinta.. sahabat bilang, kamu jangan berhubungan dengan dia karena dia begini, begitu, dan bla bla bla bla bla.. kamu akan "ya atau tidak" untuk mendenagrkan sahabat kamu itu? membingungkan.. soal asmara atau cinta? buanyak buanget itu mah.. hahaha gak usah lah disebutin apa-apanya.. udah pasti buanyak buanget.. pasti ngalamin kok semuanya juga.. masalah cinta memang bikin rumit, bikin timbul seribu tanya dan tibul sejuta rasa.. hahahaha

ya, itu lah si "ya dan tidak" memBTkan dan membuat kita benar-benar bingung dibuatnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@s.mentari